KAI Jual 923.743 Tiket Kereta Api Selama Libur Panjang Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13 hingga 17 Mei 2026 telah mencapai 923.743 tiket hingga Minggu (17/5/2026) pukul 10.00 WIB. Lonjakan penumpang ini terjadi selama masa libur panjang memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus di berbagai wilayah operasional Jawa dan Sumatra.
KAI mencatat sebanyak 733.009 pelanggan telah menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola perusahaan di Pulau Jawa dan Sumatra selama empat hari pertama masa liburan. Mobilitas masyarakat terpantau terus mengalami peningkatan signifikan sejak pertengahan pekan.
Pada Rabu (13/5/2026), penjualan tiket tercatat mencapai 196.370 tiket, yang kemudian meningkat menjadi 197.368 tiket pada Kamis (14/5/2026). Selanjutnya, volume penjualan tercatat sebanyak 160.687 tiket pada Jumat (15/5/2026), 179.584 tiket pada Sabtu (16/5/2026), dan 189.734 tiket pada Minggu (17/5/2026).
Stasiun Yogyakarta menjadi tujuan dengan volume pelanggan tertinggi sementara yang mencapai 56.536 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Pasar Senen dengan 56.467 pelanggan dan Stasiun Gambir sebanyak 53.295 pelanggan.
Beberapa stasiun lain juga mencatat volume tinggi, seperti Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng sebanyak 37.620 pelanggan, Stasiun Bandung sebanyak 33.592 pelanggan, Stasiun Surabaya Gubeng dengan 30.985 pelanggan, Stasiun Purwokerto sebanyak 30.829 pelanggan, Stasiun Solo Balapan sebanyak 29.305 pelanggan, Stasiun Madiun sebanyak 28.035 pelanggan, dan Stasiun Surabaya Pasarturi mencapai 27.292 pelanggan.
Di wilayah Jawa Barat, PT KAI mencatat sebanyak 91.678 pelanggan KA Jarak Jauh naik dari berbagai stasiun di Daop 2 Bandung mulai Purwakarta hingga Banjar hingga Sabtu (17/5/2026) pukul 10.00 WIB. Layanan KA Parahyangan menjadi favorit dengan mengangkut 18.006 pelanggan.
Mobilitas di Jawa Barat juga didukung oleh penggunaan layanan KA Lokal yang mencapai 208.942 pelanggan pada periode 13-16 Mei 2026 untuk Commuter Line Bandung Raya dan Commuter Line Garut. Jumlah ini meningkat 2,87 persen dibanding pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 203.112 pelanggan.
Selain itu, layanan kereta cepat Whoosh mencatat pergerakan sebanyak 75.097 pelanggan selama periode 13-16 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 17,80 persen dibandingkan periode 6-9 Mei 2026 yang berjumlah 63.748 pelanggan.
Sementara itu, KAI Daerah Operasi 4 Semarang melayani sekitar 220 ribu penumpang yang berangkat maupun tiba di wilayah utara Jawa Tengah selama empat hari masa libur. Pergerakan tertinggi di Daop 4 terjadi pada 17 Mei 2026 dengan perkiraan lebih dari 46 ribu penumpang.
KAI Commuter Area 8 Surabaya turut membukukan volume penumpang Commuter Line lokal mencapai 156.432 orang pada periode Kamis hingga Sabtu (14-16 Mei 2026). Volume tertinggi terjadi pada hari pertama libur, Kamis (14/5/2026), dengan total 53.935 pengguna.
Pada hari kedua, Jumat (15/5/2026), pergerakan tercatat sebesar 50.573 orang dan kembali meningkat menjadi 51.924 orang pada Sabtu (16/5/2026). Pergerakan di wilayah ini didominasi oleh penumpang musiman, kelompok keluarga, serta generasi muda.
Stasiun Surabaya Gubeng mencatatkan 20.315 penumpang berangkat dan 19.884 penumpang turun. Stasiun Surabaya Pasarturi mencatat 7.400 penumpang, Stasiun Malang 13.169 penumpang, Stasiun Blitar 6.532 penumpang, dan Stasiun Probolinggo melayani 1.732 penumpang.
Untuk wilayah Sumatra, KAI Divisi Regional III Palembang mencatat lonjakan dengan melayani 15.312 pelanggan hingga hari ketiga masa angkutan libur, dengan rata-rata penumpang harian mencapai 5.104 orang. Penjualan tiket untuk periode 13 hingga 18 Mei 2026 di Divre III mencapai 28.346 tiket.
KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang mencatat penjualan tiket hingga 152 persen atau sebanyak 7.750 tiket, dan relasi sebaliknya mencapai 153 persen dengan 7.773 tiket. KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat penjualan tiket 142 persen dengan 4.527 tiket, sedangkan perjalanan sebaliknya terjual 4.512 tiket.
Adapun KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat penjualan tiket sebesar 81 persen atau sebanyak 2.099 tiket, dan untuk relasi sebaliknya terjual sebanyak 1.685 tiket atau sekitar 65 persen.
Menanggapi kondisi pergerakan ini, pihak manajemen dari masing-masing wilayah operasional memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi operasional dan pelayanan penumpang.
“Sementara itu, hingga Minggu, 17 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 13–17 Mei 2026 telah mencapai 923.743 tiket,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Anne menambahkan bahwa periode arus balik menjadi fase penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat setelah menikmati libur panjang.
“Arus balik selalu menghadirkan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dalam waktu yang relatif bersamaan. Perjalanan kembali menuju Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan kota-kota pusat aktivitas lainnya mulai mendominasi sejak akhir pekan,” jelas Anne Purba.
Menurutnya, tingginya pergerakan masyarakat pada arus balik ini juga memberikan dampak langsung pada perputaran ekonomi di sekitar stasiun publik.
“Perjalanan arus balik ikut menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak. Kawasan sekitar stasiun, transportasi lanjutan, pusat kuliner, hingga pelaku usaha lokal masih merasakan tingginya aktivitas masyarakat hingga akhir periode libur panjang,” tegas Anne Purba.
Ia juga menyoroti bagaimana karakteristik destinasi wisata seperti Bandung memengaruhi preferensi transportasi masyarakat.
“Bandung memiliki karakter wisata yang lengkap, mulai dari suasana kota yang sejuk, wisata kuliner, kawasan kreatif, hingga banyak pilihan aktivitas keluarga. Kereta api menjadi pilihan karena perjalanan terasa lebih praktis dan pelanggan dapat menikmati waktu libur dengan lebih santai,” ujar Anne Purba.
Pihak KAI menegaskan pentingnya pengaturan dan kesiapan sistem dalam menghadapi volume penumpang dalam jumlah besar pada waktu yang bersamaan.
“Arus balik menjadi momentum penting karena mobilitas masyarakat berlangsung dalam volume besar pada waktu yang hampir bersamaan,” kata Anne Purba.
Ia memastikan komitmen operasional perusahaan agar seluruh proses perjalanan tetap mengutamakan kenyamanan para pelanggan.
“KAI terus berupaya menjaga perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan baik setelah masa libur panjang,” tegas Anne Purba.
Peningkatan operasional ini juga disampaikan oleh manajemen daerah yang mencatat pertumbuhan volume penumpang yang signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Untuk daerah tujuan favorit antara lain Jakarta, Surabaya, Solo, Purwokerto, Tegal dan Pekalongan,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif.
Manajemen wilayah Sumatra Bagian Selatan turut menyampaikan data okupansi kereta api serta pilihan transportasi masyarakat setempat.
“Pada hari ke-3 masa libur akhir pekan Kenaikan Yesus Kristus tercatat sebanyak 15.312 pelanggan atau mencapai 141 persen menggunakan kereta api,” ujarnya Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti.
Aida menambahkan informasi mengenai ketersediaan tiket sisa yang masih bisa diakses masyarakat untuk relasi tertentu.
“Kami mengimbau masyarakat melakukan pengecekan tiket secara berkala melalui aplikasi Access by KAI,” katanya Aida Suryanti.
Langkah antisipasi kepadatan di area stasiun turut dijelaskan oleh manajemen anak perusahaan yang mengelola operasional kereta komuter lokal.
“Jumlah tersebut tercatat selama tiga hari pertama periode liburan atau pada Kamis hingga Sabtu, 14-16 Mei 2026,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.
Karina memaparkan rincian pergerakan penumpang harian yang terpantau sangat dinamis sejak awal masa libur nasional.
“Memasuki hari kedua, Jumat, 15 Mei 2026, pergerakan sedikit melandai namun tetap tinggi di angka 50.573 orang. Sedangkan, pada Sabtu, 16 Mei 2026, volume kembali meningkat menjadi 51.924 orang,” ungkapnya Karina Amanda.
Ia menjelaskan faktor pendorong tingginya pergerakan penumpang di wilayah timur Jawa tersebut selama masa liburan.
“Layanan Commuter Line lokal di Wilayah 8 Surabaya, seperti Commuter Line Dhoho, Penataran, Blorasura, dan Supas, tetap menjadi moda transportasi andalan karena ketepatan waktu, kenyamanan, serta efisiensi biaya yang ditawarkan untuk menjangkau pusat-pusat kota dan destinasi wisata,” jelasnya Karina Amanda.
Petugas tambahan disiagakan di area pelayanan stasiun untuk mengurai potensi antrean pada fasilitas pemindaian tiket.
“Untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya telah menyiagakan personel tambahan di area pelayanan, loket, hingga area pemindaian tiket (gate masuk/keluar),” tegasnya Karina Amanda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow