Kandungan Nutrisi Pepaya Efektif Melancarkan Buang Air Besar
Manfaat buah pepaya dalam melancarkan buang air besar (BAB) bukan sekadar mitos masyarakat. Efek pencahar alami dari buah ini merupakan hasil kerja serangkaian nutrisi yang saling melengkapi dalam saluran pencernaan, seperti dilansir dari Detik Food. Kombinasi tiga komponen utama dalam pepaya menjadi kunci kelancaran proses cerna.
Komponen tersebut meliputi enzim papain, serat larut maupun tidak larut, serta kadar air yang mencapai 88 persen dari bobot buah. Enzim papain bekerja memecah protein makanan menjadi molekul sederhana sehingga meringankan beban kerja lambung dan usus. Keberadaan serat berfungsi melunakkan tinja sekaligus mempercepat pergerakan usus besar.
Tingginya kadar air dalam pepaya juga membantu melunakkan feses yang mengeras. Ketiga unsur ini berkolaborasi secara langsung, sehingga anggapan bahwa efek pencahar pepaya tidak berasal dari serat kurang tepat.
Chef sekaligus personal health coach, Edwin Lau, turut membagikan pandangannya mengenai mekanisme kerja nutrisi pepaya. Ia menjelaskan bahwa enzim proteolitik memiliki peran sangat krusial selain kandungan serat buah. Analogi kunci dan gembok menggambarkan sifat spesifik enzim di dalam tubuh. Satu jenis enzim khusus bekerja untuk mengurai satu jenis zat tertentu agar proses kimia pencernaan berjalan lebih cepat.
Enzim proteolitik bertugas mengurai protein dan peptida dalam saluran cerna. Jenis enzim ini sangat dibutuhkan oleh individu yang sedang menerapkan pola makan tinggi protein. Di industri pangan, enzim proteolitik seperti bromelain pada nanas, papain pada pepaya, actinidin pada kiwi, serta ficin pada buah ara sering difungsikan sebagai pengempuk tekstur daging.
Saran Konsumsi untuk Hasil Optimal
Pemanasan dapat merusak struktur enzim dalam bahan makanan. Oleh sebab itu, sumber enzim proteolitik sebaiknya dikonsumsi langsung dalam kondisi mentah melalui buah-buahan segar.
Tingkat kematangan buah juga mempengaruhi kadar nutrisi di dalamnya. Edwin menyarankan untuk memilih buah pada tingkat kematangan yang pas, yaitu tidak terlalu mentah dan tidak terlalu matang.
Semakin matang kondisi suatu buah, kadar gulanya akan meningkat. Di sisi lain, kandungan enzim, vitamin, serta antioksidannya justru mengalami penurunan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow