Konsumsi Minuman Manis Harian Gandakan Risiko Kanker Lambung
Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis saban hari memicu ancaman serius bagi kesehatan organ pencernaan. Riset terbaru menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis harian dapat melipatgandakan risiko terkena kanker lambung dibanding orang yang jarang meminumnya.
Temuan ini dilansir dari Detik Health yang mengutip pernyataan Dr Vishal Khurana. Menurut Spesialis Gastroenterologi dari Metro Hospital Faridabad tersebut, publik perlu menyikapi hasil penelitian ini secara cermat dan rasional.
Hasil studi mendapati adanya asosiasi atau hubungan keterkaitan, bukan bukti langsung bahwa produk manis merupakan penyebab tunggal kanker lambung. Proses munculnya sel kanker pada lambung sangat kompleks karena melibatkan faktor genetik, pengaruh lingkungan, dan gaya hidup.
"Ini bukan berarti minum minuman manis langsung menyebabkan kanker. Kanker tidak pernah sesederhana itu. Tetapi, temuan ini memperkuat bukti rutin mengonsumsi minuman manis bukanlah kebiasaan yang sehat untuk jangka panjang," kata Dr Khurana.
Ancaman utama sebenarnya bersumber dari frekuensi konsumsi yang terus berulang hingga menjadi rutinitas harian. Berbeda dari buah utuh kaya serat yang mengenyangkan, minuman berpemanis mengandung gula tambahan berkepekatan tinggi.
Wujudnya yang cair membuat seseorang dapat menelan gula berlebih secara cepat tanpa menyadari akumulasi kalori yang masuk. Akibatnya, tubuh mengalami lonjakan asupan kalori dan peningkatan berat badan.
"Asupan manis yang sering dapat berkontribusi pada konsumsi kalori berlebih, kenaikan berat badan, dan masalah metabolik, yang semuanya terkait dengan beberapa penyakit kronis," ujar Dr Khurana.
Langkah Pencegahan untuk Kesehatan Pencernaan
Pencegahan gangguan pencernaan tidak cukup hanya dengan menjauhi satu jenis minuman. Membatasi konsumsi gula dan beralih ke opsi yang lebih alami menjadi langkah preventif yang masuk akal.
Beberapa panduan yang dianjurkan untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan antara lain:
- Mengutamakan air putih sebagai pemenuh kebutuhan cairan harian utama.
- Memilih minuman tanpa pemanis tambahan, seperti kopi pahit, teh tawar, atau perasan jeruk nipis tanpa gula.
- Memangkas kadar gula secara bertahap bagi yang terbiasa minum manis agar indra pengecap beradaptasi.
- Menerapkan pola hidup seimbang dengan menjaga berat badan ideal, porsi serat, olahraga, serta membebaskan diri dari rokok dan alkohol.
"Pencegahan kanker bukan soal menghindari satu makanan atau minuman tertentu. Perubahan kecil, jika diikuti secara konsisten, dapat memberikan dampak yang besar," tutur Dr Khurana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow