Karier Marcus Rashford Dinilai Hanya Maksimal di Bawah Dua Pelatih
Potensi terbaik penyerang Timnas Inggris, Marcus Rashford, dinilai tidak selalu mendapatkan kepelatihan yang tepat sepanjang kariernya. Padahal, pemain berusia 28 tahun itu pernah bekerja di bawah arahan pelatih-pelatih papan atas dunia. Sebuah laporan dilansir dari Bola menyebutkan Rashford hanya memperoleh polesan yang dibutuhkannya dari dua juru taktik.
Dua sosok yang dimaksud adalah Louis van Gaal dan Hansi Flick. Van Gaal menjadi pelatih pertama yang memberi Rashford kesempatan debut di tim utama Manchester United. Kala itu, Rashford tampil perdana saat Setan Merah berlaga melawan Midtjylland pada ajang Liga Europa.
Pada musim pertamanya, Rashford mencetak delapan gol dari 18 laga di semua kompetisi. Van Gaal yang dikenal detail dalam taktik dan pengembangan pemain dinilai berperan besar membentuk Rashford muda.
Setelah era Van Gaal berakhir pada 2016, Rashford sempat berganti-ganti pelatih di Old Trafford. Ia tercatat pernah dipoles Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, Ruben Amorim, hingga Michael Carrick. Ia juga sempat bekerja dengan pelatih interim seperti Ralf Rangnick dan Ruud van Nistelrooy. Bersama Solskjaer dan Ten Hag, produktivitasnya sempat meroket dengan koleksi 73 gol dari 157 laga serta raihan trofi EFL Cup.
Perjalanan karier Rashford kemudian berlanjut ke klub lain seperti Aston Villa di bawah Unai Emery dan Barcelona. Di Barcelona, Rashford ditangani oleh Hansi Flick yang dianggap sebagai pelatih kedua penentu perkembangan performanya. Meski pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, Rashford kini lebih sering bertindak sebagai opsi skuad di Manchester United. Performa golnya kerap mengalami pasang surut di beberapa periode kariernya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow