Kawah Batagaika di Siberia Membesar dan Singkap Rahasia Zaman Es

Smallest Font
Largest Font

Sebuah fenomena alam berupa kawah raksasa di Siberia terus mengalami pembesaran hingga perlahan membuka rahasia yang terkubur selama ratusan ribu tahun. Dinding Kawah Batagaika ini menyingkap lapisan tanah, es, sisa vegetasi, hingga jasad hewan purba dari Zaman Es yang selama ini membeku di dalam tanah. Struktur yang terletak di Dataran Tinggi Yana, Siberia timur laut ini sebenarnya bukanlah hasil dari tumbukan meteorit.

Fenomena ini merupakan mega-slump atau longsoran tanah berskala besar yang terbentuk saat permafrost, yakni lapisan tanah beku abadi, mulai mencair dan akhirnya runtuh, seperti dilansir dari Detik iNET. Nilai luar biasa dari lokasi ini terletak pada lapisan permafrost bagian bawah yang tersingkap, dengan perkiraan usia mencapai 650 ribu tahun. Mengingat usianya yang sangat tua, area ini berfungsi layaknya arsip alam yang merekam dinamika perubahan lingkungan di Siberia selama berabad-abad.

Akan tetapi, kondisi tersebut membawa pesan peringatan yang mengkhawatirkan. Lapisan tanah yang telah stabil selama jutaan tahun kini mengalami proses pencairan secara cepat. Setiap tingkatan lapisan dinding Kawah Batagaika menyimpan petunjuk ilmiah mengenai iklim serta vegetasi yang tumbuh pada masanya.

Melalui pengamatan data satelit, para peneliti berhasil memantau perkembangan kawah ini selama enam dekade. Penelitian memanfaatkan arsip satelit era 1960-an yang telah dideklasifikasi hingga citra satelit modern Landsat dan Copernicus Sentinel-2.

Penemuan Fosil Hewan Purba

Proses penyingkapan tanah beku ini berhasil mengeluarkan berbagai sisa fauna Zaman Es. Salah satu temuan penting pada 2018 adalah jasad anak kuda dari spesies yang telah punah dengan estimasi usia sekitar 42 ribu tahun.

Selain itu, ilmuwan mendeteksi keberadaan sisa-sisa Lena horse, bison stepa purba, serta jejak pemangsa seperti singa gua dan serigala. Spesimen kayu pada lapisan sedimen turut membuktikan bahwa wilayah Siberia kuno pernah ditumbuhi hutan cemara dan pinus yang lebat, sangat berbeda dengan lanskap masa kini.

Analisis DNA purba dari sedimen Batagay juga memperlihatkan melimpahnya informasi genetik di dalam tanah beku tersebut. Pemeriksaan genetik mampu mengidentifikasi jejak tumbuhan, mikroorganisme, hingga rekaman perubahan ekosistem pada periode Pleistosen.

Ancaman Emisi Karbon dan Pemanasan Global

Pertumbuhan Kawah Batagaika mulai melonjak signifikan dalam beberapa dekade terakhir seiring kenaikan suhu global dan perubahan kawasan hutan. Data European Space Agency (ESA) mencatat dimensi kawah ini telah mencapai panjang 1 kilometer dengan kedalaman 100 meter, serta melebar sekitar 30 meter setiap tahunnya.

Dari ruang udara, struktur kawah tampak menyerupai bentuk kecebong atau ikan pari. Dibalik bentuknya yang unik, permafrost menyimpan material organik purba dalam jumlah melimpah yang akan terurai saat mencair dan melepaskan gas rumah kaca seperti karbon dioksida serta metana ke atmosfer.

Pelepasan gas tersebut berpotensi menciptakan siklus pemanasan yang kian parah. Kawah Batagaika kini menjadi sarana studi perubahan iklim masa lalu sekaligus alarm peringatan bagi perubahan lanskap beku Bumi yang berlangsung sangat cepat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed