Kebakaran Hebat Melahap Ratusan Rumah di Desa Adat Sade Lombok
Kebakaran hebat melanda permukiman Desa Adat Sade di Lombok Tengah pada Sabtu (22/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Kebakaran yang merembet ke ratusan rumah tradisional warga Sasak tersebut memicu keprihatinan luas dari kalangan warganet, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Kobaran api pertama kali muncul dari sebuah rumah di bagian tengah permukiman adat. Konstruksi bangunan yang didominasi bahan alami seperti kayu, bambu, dan atap ilalang membuat si jago merah menyebar dengan sangat cepat ke area sekitarnya.
Insiden tersebut diperkirakan menghanguskan hingga ratusan unit rumah warga. Saat ini proses pendataan terhadap total warga yang terdampak musibah masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Musibah ini memancing simpati publik yang tumpah di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan belasungkawa serta doa untuk keselamatan para penghuni kampung adat tersebut.
"Baru dapet kiriman dari tim kolega di Lombok, desa wisata Sade baru aja terbakar ya Allah dan belum padam sampe skrg (22 Agustus 2026 | 22.49 WIB) Bantu doanya temen-temen agar segera padam dan kembali pulih," kata akun @yasa*** melalui platform Threads.
Warganet lain menyuarakan simpati senada mengingat bernilainya warisan budaya di kawasan tersebut.
"Dear Warga, Saat ini, saudara-saudara kita di Desa Sade, Lombok Tengah, sedang mengalami musibah kebakaran. Desa Sade merupakan salah satu desa adat di Lombok yang dikenal dengan rumah tradisional dan kehidupan masyarakat Sasak yang masih sangat menjaga adat dan budaya leluhur. Rumah-rumah tradisional di sana menggunakan material alami, sehingga api dengan cepat menyebar dan menyebabkan banyak rumah terdampak," kata akun dia**.
Dukungan moral juga mengalir dari pengguna media sosial yang membagikan momen saat kabar duka tersebut tersiar.
"Semoga Desa Adat Sade segera pulih dari kejadian ini. Semalam menemani anakku tidur dan mendengar kabar bahwa Desa Adat Sade mengalami kebakaran," kata akun yang lain.
Kawasan Desa Adat Sade selama ini dihuni sekitar 700 jiwa yang tersebar di 150 rumah tradisional. Bangunan di dalam area permukiman ini dijaga ketat perkembangannya agar kelestarian arsitektur khas Sasak tetap terawat.
Arsitektur desa ini memiliki keunikan berupa tata letak rumah bernilai budaya, termasuk pintu Bale Tani yang dibuat rendah sebagai simbol penghormatan. Hingga kini penanganan dampak kebakaran di lokasi masih berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow