Kebakaran Hanguskan Desa Adat Sade NTB Gubernur Duga Pemicunya Listrik
Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu malam (22/8/2026).
Insiden tersebut menyebabkan sekitar 150 bangunan hangus terbakar, termasuk 89 rumah adat milik Suku Sasak. Dampak kebakaran ini membuat lebih dari 300 warga atau sekitar 70 kepala keluarga harus mengungsi dari lokasi kejadian.
Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa proses penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran di lokasi bersejarah tersebut masih terus berjalan hingga saat ini.
"Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ," kata Lalu di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Ia menambahkan bahwa penanganan warga terdampak telah dilakukan dan pihak pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada rencana pemulihan kawasan wisata budaya tersebut.
"Setelah menangani korban, menangani apa, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda, apa namanya daerah yang bersejarah begitu," ucapnya.
Mengenai langkah penataan kembali kampung adat tertua di Lombok itu, ia memastikan proses pemulihan akan dilakukan secara hati-hati agar tetap menjaga nilai historisnya.
"Nggak (akan menghilangkan nilai sejarah), justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula," ujarnya.
Di sisi lain, warga lokal harus kehilangan harta benda mereka akibat musibah yang melahap kawasan permukiman bersejarah tersebut.
"Hanya pakaian yang dipakai yang tersisa," kata Rialip, salah satu warga desa.
Untuk mengusut penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan mengamankan tempat kejadian perkara bersama tim gabungan.
"Iya, ini tim gabungan dari Polda dan Polres. Kemudian rencananya kami meminta backup dari Bali," kata Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto kepada detikBali saat meninjau lokasi kejadian, Minggu (23/8/2026).
Hariyanto menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab utama dari peristiwa kebakaran ini.
"Sampai sekarang belum. Nanti menunggu hasil dari tim ini ya," tegasnya.
Sebanyak 100 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah telah disiagakan di area lokasi kejadian untuk membantu pengamanan serta proses evakuasi warga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow