Kebakaran Lahan Bromo Capai 1120 Hektare Dan Mulai Terkendali
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menghanguskan sekitar 1.120 hektare area, namun kondisinya secara umum kini mulai terkendali, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Minggu (16/8/2026).
Otoritas pengelola memastikan tidak ada perluasan area terdampak baru dalam kurun dua hari terakhir. Saat ini petugas gabungan berfokus menangani sisa bara api di bawah permukaan tanah yang masih berpotensi menimbulkan kepulan asap.
"Luasan sampai data terakhir di dua hari yang lalu 1.120 hektare. Dan memang mulai hari kemarin, kalau kita melihat tidak adanya kebakaran, jadi tidak ada penambahan," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha.
Rudijanta menegaskan sisa bara yang masih muncul tidak menyebabkan api kembali menyebar atau memperluas area kebakaran.
"Tidak ada api yang menyebar memperluas lokasi kebakaran," tegas Rudijanta.
Proses pendinginan terus dilakukan oleh Satuan Tugas karhutla guna mengantisipasi munculnya titik api baru akibat embusan angin kencang.
"Sejauh ini dari mulai hari kemarin secara umum sudah terkendali. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih adanya bara-bara api yang berada di bawah permukaan yang ketika ada angin kemudian bisa muncul asap maupun berpotensi menimbulkan api," kata Rudijanta.
Upaya pemadaman belum dihentikan secara total demi memastikan kawasan kawasan TNBTS benar-benar aman dari ancaman kebakaran susulan.
"Untuk itu, dari kemarin kita sampaikan, Satgas sudah melakukan pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif dan memang bisa dikatakan kembali normal," ujarnya.
Pihak balai besar menyiagakan seluruh personel pemadam di lapangan hingga seluruh area dinyatakan kondusif.
"Sehingga sebelum situasi itu dicapai, tentunya tim Satgas dan semua personel yang terlibat di dalam pemadaman masih berjaga-jaga dan melakukan upaya-upaya yang diperlukan di lapangan," katanya.
Mengenai pembukaan kembali akses wisata Bromo bagi masyarakat umum, pengelola masih menunggu evaluasi menyeluruh dari Satgas karhutla.
"Untuk rencana pembukaan sendiri masih belum ada. Pembukaan kita akan menunggu juga hasil dari pengendalian Satgas," jelasnya.
Pengumuman resmi terkait pembukaan kawasan wisata tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh pihak kementerian terkait.
"Ketika sudah kondusif tentunya akan dibuka oleh Kementerian sendiri nanti akan disampaikan oleh Pak Menteri Kehutanan," ujarnya.
Meskipun situasi umum terkendali, tim Satgas masih memantau satu titik panas berasap di area tebing curam Pusung Duwur, Kabupaten Pasuruan, serta terus mewaspadai kawasan Bukit Kingkong yang lahannya dalam kondisi kering.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow