Kebakaran Lahan di Gunung Ciremai Masih Belum Padam

Smallest Font
Largest Font

Asap tebal dari kebakaran lahan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, masih menyelimuti wilayah tersebut sejak Senin, 7 September 2026, dan sampai Selasa, 8 September, api belum berhasil dipadamkan, dilansir dari Detik Travel.

Menurut Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Eska Nata Suryana, titik api pertama terlihat di dua lokasi yaitu Grid 19 M Blok Cileutik dan Simaung SPTN Wilayah I Kuningan, Resor Kecamatan Pasawahan.

Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNGC, Manggala Agni TNGC, Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan mitra TNGC. Namun, Eska belum bisa memastikan luas lahan yang terbakar maupun penyebab kebakaran tersebut.

"Saat ini masih ditangani oleh petugas TNGC bersama mitra terkait dan statusnya belum padam. Belum saat ini kita masih fokus upaya pemadaman supaya api tidak sampai menyebrang melewati jalan," ujar Eska, Selasa (8/9/2026).

Video resmi dari TNGC menunjukkan asap tebal mengepul di area yang terdiri dari ranting dan pepohonan, dengan petugas yang berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran.

Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep, yang ikut dalam pemadaman, menjelaskan kebakaran diketahui oleh warga sekitar yang sedang bertani pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kejadiannya itu jam 12:00 berapa ya itu tuh, pas mendapatkan informasi itu langsung dari Darma tuh habis apel siaga sudah selesai jam setengah satu-an langsung meluncur ke sana. Ada tiga MPA itu, MPA Seda, MPA Bidang Kencono, yang dari Pasawahannya sendiri dan dari Mandirancan, pokoknya dua itu sekitar 20 orang ada," ujar Asep, Selasa (8/9/2026).

Asep menuturkan kendala utama adalah luas lahan yang terbakar dan angin kencang. Relawan harus menggunakan cara manual karena keterbatasan akses air di perbukitan yang terjal dan berbatu.

"Peralatan lengkap tapi jarak tempuhnya jauh. Akhirnya pakai cara manual, apinya digebukin (dipukul-pukul). Titi kebakarannya di Blok Cileutik dan Cimaung, Pasawahan," ujar Asep.

Penyebab pasti kebakaran dan luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Hingga kini, anggota MPA yang mayoritas petani hutan dari warga sekitar masih berjaga dan membantu pemadaman api.

"Kita belum bisa memastikan apakah karena faktor alam atau ada yang sengaja buang puntung rokok. Di daerah utara memang sering terjadi karena suhu sangat panas dan banyak ranting kering. Ya intinya mah teman-teman masih di sana.

Masih memantau. Anginnya juga gede kemarin," pungkas Asep.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed