Kebakaran Lahan SM Kerumutan Pelalawan Padam Usai Hanguskan 968 Hektare

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan gambut di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, dinyatakan padam setelah membakar area seluas nyaris 1.000 hektare selama hampir satu bulan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Senin (31/8/2026).

Kawasan konservasi yang menjadi habitat harimau Sumatera tersebut sempat dilahap si jago merah dalam sepekan terakhir. Penanganan ekstra ketat dilakukan karena vegetasi dan tanah gambut yang terbakar berpotensi memunculkan titik api kembali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mencatat total luas area terdampak penanganan karhutla di kawasan tersebut.

"Luas lahan terbakar 968 hektare lebih di Kerumutan. Sudah terbakar sejak 25-26 hari terakhir," kata Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang meninjau langsung lokasi karhutla menegaskan pentingnya menuntaskan proses pendinginan untuk memutus potensi munculnya kembali asap maupun titik api baru.

"Api sudah tidak ada, tinggal tadi ada pendinginan proses benar-benar bahwa tidak ada lagi asap," kata Raja Antoni saat memantau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Di lokasi kejadian, pembuatan sekat kanal mengelilingi area terdampak telah rampung dikerjakan sebagai upaya pencegahan perambatan api.

"Suaka Margasatwa Kerumutan sudah dilihat ada sekat kanal seperti cincin semuanya sudah teratasi. Karena nature-nya adalah gambut harus ditangani dengan serius karena bisa jadi titik api lagi," imbuh dia.

Menhut memaparkan karakter karhutla di tanah gambut membutuhkan perhatian khusus karena pembakaran terjadi hingga di bawah permukaan tanah.

"Yang terbakar ini tidak hanya pohonnya, tapi tanahnya yang terbakar. Dan di beberapa tempat, seperti yang sudah saya saksikan, tadi kita lihat ya apinya sudah tidak ada, tapi asapnya tetap kuat," ujarnya.

Ia menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk tidak meninggalkan lokasi sampai seluruh titik dipastikan aman dari embusan angin yang dapat memicu nyala api.

"Saya tetap meminta supaya waspada, karena apabila proses pendinginannya tidak terlalu sempurna, kalau nanti ada angin lagi, bisa nyala lagi. Potensi itu masih tetap ada, jadi mohon dituntaskan, jangan ditinggalkan tempat ini sampai benar-benar selesai," tegasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed