Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Habitat Harimau Sumatera Pelalawan

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam habitat harimau Sumatera di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan, Riau telah berhasil diatasi setelah hampir satu bulan terjadi, dilansir dari Detik Travel. Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) yang menghasilkan hujan buatan menjadi faktor utama keberhasilan pemadaman api di wilayah tersebut. Karhutla itu sempat menghanguskan sebagian habitat harimau di Suaka Margasatwa Kerumutan. Menhut Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa potensi awan hujan di Riau masih ada dan dimanfaatkan untuk operasi ini, berbeda dengan daerah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang sulit mendapatkan potensi awan hujan.

"Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalteng di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 dan tanggal 1 dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau," kata Menhut Raja Juli Antoni bersama sejumlah pejabat terkait.

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, juga menyebut potensi awan hujan yang menjadi dasar pelaksanaan OMC. "Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan," ujarnya.

Menurut Menhut, hujan merupakan cara paling efektif untuk memadamkan karhutla, dibandingkan water bombing dan pasukan darat yang menjadi pilihan kedua dan ketiga. "Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga," kata Menhut Raja Antoni.

Pelaksanaan OMC juga mendapat dukungan operasional, termasuk tetap dioperasikannya bandara di Riau pada malam hari agar pesawat dapat terbang saat awan hujan terbentuk. "Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC," ujarnya. Potensi awan hujan yang ada hingga tanggal 1 September harus dimanfaatkan maksimal untuk penanganan karhutla di Riau.

"Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan," tutup Menhut Raja Juli Antoni.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed