Kegagalan Roket New Glenn Picu Investigasi Masa Depan Misi Bulan NASA

Smallest Font
Largest Font

Uji coba pembakaran statis roket New Glenn milik Blue Origin di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, berakhir dengan insiden ledakan besar pada Kamis malam.

Peristiwa ini langsung memicu rencana penyelidikan menyeluruh guna melihat dampak kerugian serta pengaruhnya terhadap target peluncuran misi luar angkasa masa depan.

Wahana antariksa setinggi puluhan meter ini digerakkan oleh tujuh mesin BE4 berbahan bakar oksigen cair dan gas alam cair, yang masing-masing menghasilkan daya dorong 640.000 pon.

Pihak Blue Origin mengklaim bahwa bagian tahap pertama roket dirancang untuk minimal 25 kali penerbangan demi menekan biaya dan mengurangi limbah operasional.

Sebelum insiden ini terjadi, booster New Glenn yang berbeda tercatat sukses melaksanakan penerbangan ketiga sekaligus pendaratan ulang pertamanya di platform laut Jacqueline pada 19 April lalu.

Teknologi daur ulang roket tersebut diproyeksikan memegang peran krusial dalam misi pendaratan astronot ke Bulan melalui program Artemis milik NASA.

Berdasarkan laporan WESH 2 News, kepulan asap tebal di area pesisir Florida kini mulai mengurai meski beberapa titik api kecil masih terlihat di sekitar lokasi landasan pacu.

Pakar antariksa memastikan tidak ada satelit komunikasi Project Kuiper milik Amazon di dalam roket karena insiden terjadi saat pengisian bahan bakar untuk uji darat, bukan peluncuran asli.

Pengusaha Jared Isaacman dijadwalkan tiba di lokasi kejadian pada Jumat untuk meninjau sisa-sisa puing pascaleledakan yang menghancurkan fasilitas uji tersebut.

Meskipun terjadi insiden besar, otoritas pangkalan menegaskan bahwa dua jadwal peluncuran roket dari SpaceX dan United Launch Alliance pada hari berikutnya tetap berjalan sesuai rencana.

Kegagalan teknis ini diprediksi dapat mengancam lini masa misi Artemis 3 pada 2027 dan Artemis 4 pada 2028 yang bergantung pada kesiapan sistem pendarat Blue Origin.

Sejarah mencatat kecelakaan serupa pernah menimpa roket Falcon 9 milik SpaceX saat uji pembakaran statis sepuluh tahun lalu, serta kegagalan peluncuran roket Antares pada 2014.

Pakar luar angkasa memberikan keterangan langsung mengenai kronologi aktivitas teknis yang dilakukan oleh tim operator di lapangan sebelum anomali tersebut muncul.

"They were loading propellant into the rocket and they started a static fire test, which is not a launch," kata Ken Kremer, Pakar Antariksa.

"The rocket is sitting on the pad and they want to ignite the engines for several seconds to" kata Ken Kremer, Pakar Antariksa.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed