NASA Gandeng Blue Origin Bangun Jaringan Internet Berkecepatan Tinggi di Mars
NASA resmi menunjuk Blue Origin untuk merancang dan mengoperasikan Mars Telecommunications Network (MTN). Dikutip dari Detik iNET, proyek infrastruktur komunikasi generasi baru ini disiapkan khusus guna mendukung berbagai misi eksplorasi di Planet Merah. Kontrak bernilai maksimal sekitar USD700 juta tersebut menugaskan perusahaan milik Jeff Bezos untuk membangun wahana komunikasi orbit Mars.
Penyerahan wahana kepada NASA ditargetkan paling lambat 31 Desember 2028, sementara jaringan komunikasi diperkirakan mulai beroperasi penuh sekitar 2030. Pengembangan sistem ini bertujuan menyediakan kapasitas pengiriman data yang lebih besar dan andal. Infrastruktur baru ini dirancang untuk menangani pengiriman data ilmiah, gambar beresolusi tinggi, informasi navigasi, hingga mendukung misi berawak di masa depan.
Sistem komunikasi Mars saat ini masih bergantung pada wahana pengorbit sebagai perantara relay data. Penjelajah seperti Curiosity dan Perseverance mengirimkan data ke orbiter sebelum diteruskan ke antena Deep Space Network di Bumi. Seluruh foto permukaan Mars sejak 2004 dikirim memakai mekanisme tersebut.
Seiring bertambahnya jumlah misi robotik dan rencana kedatangan manusia, kebutuhan lalu lintas data diprediksi melonjak drastis. MTN disiapkan sebagai jaringan khusus berkapasitas tinggi agar sanggup melayani banyak misi secara bersamaan. Blue Origin akan membangun Mars Telecommunications Orbiter (MTO) yang menjadi komponen utama jaringan tersebut. "MTO adalah tulang punggung program eksplorasi Mars Amerika untuk dekade berikutnya dan seterusnya," ujar Presiden Blue Origin National Security, Tory Bruno, dikutip dari IFL Science.
Tory Bruno menambahkan bahwa MTO siap menyediakan kapasitas komunikasi yang diperlukan agar seluruh misi robotik maupun manusia di Mars tetap terhubung dengan Bumi. Meski kecepatan transfer data meningkat, komunikasi tetap menghadapi kendala jeda waktu akibat hukum fisika. Sinyal antara Bumi dan Mars membutuhkan waktu tempuh 3 menit saat jarak terdekat, serta hingga 22 menit ketika kedua planet berada di titik terjauh.
Keterlambatan sinyal ini membuat percakapan instan tidak mungkin dilakukan secara real time. NASA mengategorikan jeda komunikasi ini sebagai salah satu tantangan terbesar, sehingga sistem dan astronaut dituntut beroperasi lebih mandiri di lapangan. Sebagai solusi transfer data masif, NASA telah menguji teknologi Deep Space Optical Communications (DSOC) yang memanfaatkan sinar laser.
Komunikasi optik ini berpotensi meningkatkan kecepatan pengiriman data hingga 10 sampai 100 kali lipat dibanding gelombang radio konvensional. Dalam uji coba wahana Psyche pada jarak 31 juta kilometer, NASA berhasil mentransmisikan video ultra-high-definition berkecepatan 267 megabit per detik. Pada Juli 2024, sinyal laser DSOC bahkan sukses menembus jarak 460 juta kilometer dari Bumi yang setara jarak maksimum ke Mars.
Pengujian lain pada jarak 400 juta kilometer mencatatkan kecepatan data hingga 8,3 Mbps. "Tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa kami dapat mengarahkan laser dengan tepat dan mencapai komunikasi antara pemancar dan penerima di Bumi," kata Abhijit Biswas dari NASA Jet Propulsion Laboratory.
Abhijit Biswas menyebut hasil uji coba tersebut melampaui ekspektasi awal. Namun, sinyal laser memiliki kelemahan karena mudah terganggu oleh lapisan awan di atmosfer Bumi, berbeda dengan gelombang radio yang lebih tahan cuaca. Pembangunan infrastruktur penerima di darat menjadi kunci utama untuk mewujudkan jaringan ini.
Opsi penempatan penerima di luar atmosfer Bumi sempat dipertimbangkan, namun membutuhkan biaya jauh lebih besar serta waktu pengembangan yang panjang. Guna mengatasi potensi putusnya koneksi, NASA mengaplikasikan sistem Delay/Disruption Tolerant Networking (DTN). Teknologi ini bekerja menyimpan data sementara di satu titik transit sebelum diteruskan kembali saat jalur komunikasi baru tersedia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow