5 Kelompok Orang yang Membutuhkan Suplemen Vitamin B Kompleks
Sebagian besar orang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian melalui konsumsi makanan yang seimbang. Namun, faktor medis hingga kebiasaan pola makan tertentu dapat meningkatkan kebutuhan nutrisi ini secara signifikan.
Asupan suplemen harian kerap diperlukan untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan akibat defisiensi nutrisi. Dilansir dari Detik Health, berikut adalah daftar kelompok yang membutuhkan asupan vitamin B kompleks secara teratur.
Peningkatan kebutuhan nutrisi ini dipengaruhi oleh daya serap tubuh, kondisi kesehatan, hingga kondisi biologis seseorang.
1. Ibu Hamil dan Menyusui
Kebutuhan folat dan vitamin B12 melonjak drastis selama masa kehamilan serta menyusui untuk menunjang perkembangan janin. Kekurangan nutrisi ini pada masa kehamilan berisiko memicu kerusakan neurologis hingga cacat lahir pada bayi.
2. Lanjut Usia
Penurunan produksi asam lambung pada lansia menyulitkan proses pelepasan dan penyerapan vitamin B12 dari makanan. Penurunan nafsu makan juga memperbesar risiko terjadinya kekurangan nutrisi ini.
3. Penderita Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit memengaruhi penyerapan nutrisi di dalam saluran pencernaan. Kondisi medis yang meningkatkan risiko defisiensi vitamin B antara lain penyakit celiac, penyakit Crohn, hipotiroidisme, anoreksia, serta pasien pascaoperasi penurunan berat badan.
4. Vegetarian dan Vegan
Sumber alami vitamin B12 utamanya berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu, dan makanan laut. Individu yang menerapkan pola makan vegan atau vegetarian ketat disarankan mengonsumsi suplemen harian atau makanan yang telah difortifikasi.
5. Pengguna Obat-obatan Tertentu
Penggunaan obat-obatan medis dalam jangka panjang dapat mengganggu kadar vitamin B dalam tubuh. Obat penghambat pompa proton menurunkan penyerapan vitamin B12, sementara obat diabetes seperti metformin dapat menekan kadar folat serta vitamin B12.
Fungsi dan Kebutuhan Harian Jenis Vitamin B
Setiap jenis vitamin B memegang peranan spesifik dalam menjaga fungsi organ dan sistem metabolisme tubuh.
| Jenis Vitamin | Fungsi Utama | Kebutuhan Harian (Pria/Wanita/Hamil) | Gejala Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Memecah energi makanan, menjaga sistem saraf | 1,2 mg / 1,1 mg / 1,4 mg | Kelelahan, beriberi, aritmia | Kesehatan kulit, mata, dan sistem saraf |
| 1,3 mg / 1,1 mg / 1,4 mg | Anemia, migrain, katarak | Pelepasan energi, kesehatan kulit dan saraf | 16 mg / 14 mg / 18 mg |
| Dermatitis, depresi, diare | Membantu melepaskan energi dari makanan | 5 mg / 5 mg / 6 mg | Insomnia, diare, dermatitis |
| Produksi hemoglobin, metabolisme energi | 1-1,7 mg / 1-1,7 mg / 1,9 mg | Anemia, kejang, neuropati perifer | Produksi asam lemak, fungsi sistem saraf |
| 30 mcg / 30 mcg / 30 mcg | Dermatitis, lesu, kesemutan ekstrem | Pembentukan DNA, RNA, dan sel darah merah | 400 mcg / 400 mcg / 600 mcg |
| Anemia megaloblastik, risiko spina bifida | Pembentukan sel darah merah, kesehatan saraf | 2,4 mcg / 2,4 mcg / 2,6 mcg | Mirip dengan gejala kekurangan vitamin B9 |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow