Kementerian Pendidikan Lepas 50 Guru SMK Magang di Jerman
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melepas 50 guru SMK yang akan mengikuti program magang di Jerman selama tiga bulan, sebagai bagian dari pengembangan kompetensi guru kejuruan.
Program magang ini melibatkan dua institusi di Jerman, yakni Dresden University of Technology dan FESTO, dengan masing-masing 34 dan 16 guru yang akan ditempatkan sesuai bidang keahlian mereka, seperti konstruksi manufaktur dan mekatronika.
Direktorat SMK bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan bantuan biaya hidup sebesar 1.400 euro per bulan atau sekitar Rp 28 juta untuk setiap peserta magang, yang mencakup akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.
"1,400 euro dikonversi (jadi) 28 juta rupiah per bulan. Nanti ditotal, dikali 3, sekitar Rp 80 jutaan. Kami harapkan bantuan dari LPDP dapat dimanfaatkan untuk bapak dan ibu bisa hidup sehat," ujar Agam Bayu Suryanto, Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Beasiswa, di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Agam menjelaskan bahwa setelah program magang selesai, para guru berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, seperti pascasarjana atau doktoral, dengan dukungan beasiswa dari LPDP.
"Nanti kalau pulang dari magang silahkan kalau mau ambil studi lanjut S2 bisa berkesempatan untuk ikut berkompetisi seleksi beasiswa S2 LPDP. Yang masih S2 boleh ambil lanjut S3 di LPDP," kata Agam.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan selama magang dengan memanfaatkan dana bantuan secara optimal, termasuk mengonsumsi makanan bergizi.
"Jadi makan daging, telur, minum susu. Jadi uangnya jangan dihemat-hemat, disisihkan ditabung ya, bapak dan ibu. Gunakan semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan," tambah Agam.
Agam juga menyampaikan rasa bangganya kepada para guru yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti program ini dan mengingatkan agar mereka menjaga hubungan baik selama magang di Jerman.
"Nah, itu yang mahal, bapak ibu, jejaring dan hubungannya. Dan juga, pengalaman belajar di negara tempat Prof Bacharuddin Jusuf Habibie belajar," ujarnya.
Peserta magang telah melewati proses seleksi selama dua bulan sebelum diberangkatkan ke Jerman, dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow