Kemendikdasmen Lepas 50 Guru SMK Magang ke Jerman

Smallest Font
Largest Font

Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan pelepasan 50 guru SMK untuk mengikuti program pemagangan di Jerman pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan pelepasan tersebut dilaksanakan di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Detikcom.

Program magang guru vokasi ini bakal berlangsung mulai 3 September hingga 20 November 2026. Sebanyak 16 guru keahlian mekatronika dan listrik dialokasikan ke FESTO, sementara 34 guru keahlian konstruksi manufaktur ditempatkan di Technische Universiteit Dresden (TU Dresden).

Para peserta program telah melalui proses seleksi ketat selama dua bulan. Selama di Jerman, peserta memperoleh dana hidup dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar 1.400 euro atau sekitar Rp28 juta per bulan untuk akomodasi dan kebutuhan harian.

Lingga Nurahman, guru teknik otomasi industri dari SMKN 1 Cilegon yang menjadi salah satu peserta, mengungkapkan rencana transfer pengetahuan setelah program berakhir.

"Pertama, kita akan diseminasikan hal-hal best practice, praktik baik, yang kita pelajari di sana, pada rekan-rekan sejawat, di lingkungan internal maupun eksternal. Di lingkungan internal, terutama di sekolah saya sendiri, SMKN 1 Cilegon," ujar Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Selain sosialisasi di internal sekolah, pengajar yang telah mengabdi selama 12 tahun ini memproyeksikan perluasan jangkauan berbagi ilmu ke forum guru teknik se-Banten hingga tingkat nasional.

"Kemudian dilanjutkan dengan revitalisasi workshop atau bengkel, sehingga bisa minimal mengikuti perkembangan teknologi workshop yang ada di sana. Selanjutnya program teaching factory, yang mana teaching factory ini banyak sekali tantangannya, terutama di SMP jurusan teknik otomasi industri, yang kurang lebih agak berat untuk mengikuti ketertinggalan teknologi dari Jerman," jelas Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Pusat pendidikan vokasi Jerman menjadi daya tarik utama bagi para pengajar untuk mendalami perkembangan sistem kontrol industri modern.

"karena Jerman sendiri adalah pusat atau kiblatnya dari pendidikan vokasi dunia. Sehingga saya berharap saya dapat mempelajari berbagai macam teknologi, terutama kontrol otomasi," ujar Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Masa pemagangan di TU Dresden mencakup perkuliahan selama 1,5 bulan yang bobot SKS-nya dapat dikonversikan ke jenjang magister.

"Secara tidak langsung bisa dikonversi juga ini, sebagai program S2 kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Jadi konversi ini bisa 1 semester, sehingga nanti bisa dilanjutkan di UNY 1 semester lagi, kemudian sidang tesis," urai Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Persiapan intensif dilakukan para peserta sebelum keberangkatan, meliputi pelatihan bahasa serta melengkapi berkas sertifikasi kompetensi.

"Persiapan-persiapan yang saya lakukan terutama terkait bahasa dulu, ya. Karena kita kan bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, jadi kita perlu persiapan bahasa. Kemudian persiapan pengumpulan dokumen-dokumen, sertifikat-sertifikat yang perlu dilengkapi karena memang ada persyaratan teknis terkait di bidang saya sendiri otomasi," jelas Lingga Nurahman, Guru SMKN 1 Cilegon.

Tahapan pelaksanaan program pemagangan mencakup pembekalan pra-keberangkatan, imersi dan observasi pada mitra industri, hingga penyusunan rencana penerapan hasil magang setelah pengajar kembali ke tanah air.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed