Kemenhut Koordinasi Repatriasi Lima Bayi Orang Utan dari India

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah berkoordinasi untuk menangani dan mengupayakan pemulangan lima bayi orang utan yang ditemukan di Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India. Penemuan satwa yang diduga menjadi korban jaringan perdagangan ilegal internasional tersebut dilansir dari Detikcom. Dugaan penyelundupan ilegal menguat karena orang utan merupakan satwa yang habitat alaminya berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan, Indonesia, serta Malaysia.

Saat ini, kelima satwa yang diperkirakan berusia 1 hingga 1,5 tahun itu berada dalam kondisi sehat dan dirawat di Nandankan Zoological Park, Bhubaneswar, India. Pihak Kemenhut menjelaskan bahwa langkah awal pemeriksaan fisik menunjukkan indikasi asal-usul satwa tersebut dari wilayah Indonesia.

"Dari pengamatan awal terhadap ciri fisik dan morfologinya, kelima satwa tersebut diduga merupakan orangutan yang berasal dari Pulau Sumatera. Namun demikian, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa identifikasi tersebut masih bersifat awal dan kepastian jenis serta asal-usul genetiknya akan dilakukan melalui pemeriksaan DNA oleh otoritas ilmiah yang berwenang," kata Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan.

Seluruh bayi orang utan tersebut ditemukan tanpa didampingi induknya. Kehilangan induk memberikan dampak signifikan karena mamalia ini bergantung penuh pada ibunya untuk nutrisi dan transportasi selama dua tahun pertama kehidupan, serta kerap menyusu hingga usia delapan tahun. Sejumlah studi ilmiah turut mencatat dinamika perkembangan anak orang utan piatu. Penelitian Amy Scott dan rekan-rekan dalam jurnal Ethology (2025) menunjukkan bahwa bayi orang utan Kalimantan di Taman Nasional Gunung Palung memiliki peluang hidup lebih tinggi jika diadopsi oleh kerabatnya, meski mengalami percepatan kemandirian dan berkurangnya waktu bermain.

Riset Signe Preuschoft di jurnal Animals (2021) juga mendapati anak orang utan piatu lebih banyak bermain dengan teman sebaya dan berada lebih jauh dari petugas pengganti. Sementara itu, Maria Botero dalam Encyclopedia of Animal Cognition and Behavior (2020) menyoroti faktor usia ibu angkat dan hubungan kekerabatan dalam keberhasilan adopsi, serta memaparkan risiko psikologis dan fisik akibat kehilangan induk pada primata.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed