Kemenkes Siagakan Rumah Sakit dan Puskesmas Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB yang berdampak pada wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Kemenkes menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota terdampak, termasuk pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, dan ambulans, untuk menghadapi dampak erupsi terutama gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan, "Kami memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi dampak erupsi, terutama gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Pemantauan dilakukan secara berkala dan kami meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus gangguan pernapasan."

Kemenkes juga menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan di kabupaten/kota terdampak sebagai bagian dari respons kedaruratan kesehatan.

"Bantuan logistik kesehatan telah dimobilisasi, antara lain lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan dan alat kesehatan secara gratis ke daerah terdampak paling parah di Lampung, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta," ujar Aji.

Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk jauh ke paru-paru dan memicu inflamasi serta gangguan kardiopulmonal.

Kemenkes mencatat kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat, serta mengimbau masyarakat kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan PPOK untuk waspada.

Aji menambahkan, "Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan, terutama kelompok rentan. Apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan setelah terpapar abu, segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan."

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan saat terjadi paparan abu vulkanik, menutup pintu dan jendela, serta menghindari aktivitas yang membuat abu beterbangan.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau setara, serta pelindung mata. Setelah beraktivitas di luar, dianjurkan membersihkan tubuh dan mengganti pakaian.

Kemenkes juga mengimbau produsen dan distributor untuk tidak menimbun masker agar pasokan tetap lancar. "Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan, yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat," kata Aji Muhawarman.

Kemenkes akan memberikan sanksi pidana atau administratif jika ditemukan pelanggaran terkait penimbunan masker.

Untuk melaporkan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar, masyarakat dapat menghubungi nomor WA 0821-14870070/0838-30032003 atau aplikasi 'Mobile Alkes'.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengimbau masyarakat melakukan tiga langkah siaga untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik, yaitu mengenakan pakaian tertutup dan alat pelindung, menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air, serta membersihkan tubuh setelah terpapar abu vulkanik.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyatakan, "Penggunaan masker dan kacamata pelindung penting untuk mengurangi paparan abu ke saluran pernapasan dan mata. Warga juga disarankan menggunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung abu vulkanik dengan kulit."

Dr. Dini menambahkan, masyarakat harus mencuci pakaian yang digunakan di luar secara terpisah dan membersihkan rumah dengan lap basah agar abu tidak beterbangan kembali.

Dinkes Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti imbauan resmi pemerintah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed