Kemenkes Usut Penyebab Gangguan Ingatan Siswi Keracunan MBG di Karo
Kementerian Kesehatan belum dapat memastikan keterkaitan antara gangguan ingatan yang dialami seorang siswi SMA di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan insiden keracunan Makanan Bergizi Gratis, Rabu (9/9/2026), dilansir dari Detik Health. Siswi bernama Febiona Purba (16) tersebut saat ini dirawat secara intensif di RSUP Adam Malik Medan setelah sebelumnya sempat mendapat penanganan awal di RSU Haji Medan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman menyampaikan bahwa penanganan medis terhadap Febiona melibatkan tim dokter lintas spesialisasi.
"Saat ini sedang ditangani di RS Adam Malik Medan oleh dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri," kata Aji saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/9/2026).
Pihak Kemenkes menegaskan proses evaluasi medis masih berjalan sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kondisi korban. "Belum dapat disimpulkan ada kaitan dengan MBG," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak memberikan gambaran mengenai perkembangan kondisi fisik dan kemampuan komunikasi korban selama dalam pendampingan timnya. "Sepengetahuan kami selama mendampingi yang bersangkutan di RS Haji saat kunjungan, orangtua pernah menyampaikan hal tersebut. Namun tim kami yang mendampingi melaporkan kondisi yang bersangkutan per hari sampai kepulangan ke Karo, yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat menceritakan pengalamannya," kata Donal kepada detikSumut, Rabu (9/9/2026).
Tim KPPG Medan kembali melakukan pemantauan langsung saat korban dipindahkan ke fasilitas kesehatan rujukan di Medan. "Saat kami ketemu lagi tanggal 8 September di RS Adam Malik, yang bersangkutan masih mengenal kami dan kami berbicara dengan baik," ujarnya. Penanganan kasus ini juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan lembaga pengelola program pemenuhan gizi nasional.
"Pada prinsipnya kami terus memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan, pimpinan kami Kepala BGN terus memperhatikan kondisi kesehatan korban siswa," tuturnya.
Di sisi lain, pihak keluarga menceritakan kronologi munculnya gejala gangguan daya ingat yang dialami korban setelah sempat diperbolehkan pulang dari rumah sakit. "Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal.
Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," ujar Elvinus, Senin (7/9). Menurut keterangan keluarga, siswi yang menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS tersebut hingga kini belum dapat kembali beraktivitas di sekolah karena masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis lanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow