Kemenkeu Bayar Subsidi dan Kompensasi Pertamina Rp 141 Triliun
Kementerian Keuangan telah menyalurkan pembayaran subsidi dan kompensasi energi kepada PT Pertamina (Persero) senilai Rp 141,53 triliun hingga 6 Agustus 2026. Realisasi dana tersebut disalurkan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta menutup tunggakan piutang tahun sebelumnya, seperti dilansir dari Detik Finance.
Total akumulasi realisasi subsidi dan dana kompensasi Pertamina tercatat menyentuh angka Rp 236,98 triliun per 6 Agustus 2026. Nilai tersebut terdiri atas alokasi subsidi sebesar Rp 76,58 triliun dan dana kompensasi senilai Rp 160,4 triliun.
Pencairan dana dari Kemenkeu mencakup pelunasan porsi subsidi serta pengembalian kompensasi, termasuk piutang berlanjut dari tahun anggaran 2025 yang mencapai Rp 17,03 triliun.
"Sepanjang sampai dengan awal Agustus 2026, Kementerian Keuangan telah melakukan pembayaran sebesar Rp 63,49 triliun untuk subsidi dan melakukan pembayaran piutang dana kompensasi sebesar Rp 61,3 triliun," ujar Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Mega Satria dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2025 serta alokasi pembayaran berjalan membuat sisa sisa tagihan subsidi perusahaan berplat merah tersebut menyusut menjadi Rp 24,4 triliun. Namun, tagihan dana kompensasi tercatat masih tersisa cukup besar yaitu mencapai Rp 142,44 triliun.
"(Sehingga) total saldo piutang di Rp 166,84 triliun," tambahnya.
Sementara itu, realisasi pembayaran dana bantuan energi oleh pemerintah pada semester I-2026 telah tembus Rp 233 triliun atau menyerap 52,1 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026. Angka pembayaran tersebut melonjak 44,4 persen secara tahunan.
Langkah percepatan penyaluran dana subsidi dilakukan pemerintah sebagai strategi membendung lonjakan harga energi internasional agar tidak berdampak langsung pada konsumen domestic.
"Realisasi subsidi dan kompensasi semester I-2026 menunjukkan peningkatan uang signifikan sebesar 44,4% apabila dibandingkan dengan realisasi di periode yang sama 2025 sebesar Rp 161,4 triliun," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow