Kemenko Perekonomian Proyeksikan Permintaan Motor Listrik Tembus 1,5 Juta
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis pasar motor listrik di Indonesia bakal melonjak tajam dalam satu hingga dua tahun mendatang, dengan proyeksi permintaan mencapai 1,5 juta unit pada 2028, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Jumat (21/8). Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman menyampaikan bahwa dominasi kendaraan roda dua saat ini masih dikuasai motor bermesin bensin dengan populasi sekitar 145 juta unit. Sebaliknya, populasi motor listrik baru mencatatkan angka 229 ribu unit hingga Desember tahun lalu. Pemerintah meyakini tren kendaraan nonemisi akan terus meluas, terlebih setelah peluncuran program motor listrik nasional (molinas) yang menggandeng sejumlah produsen lokal.
"Total permintaan motor listrik 2028 diperkirakan mencapai 1,5 juta unit," kata Atong, dikutip dari Antaranews, Jumat (21/8).
Implementasi program Molinas juga ditargetkan mampu menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp 82,2 triliun sepanjang periode 2027 sampai 2037, dengan estimasi 11 juta unit kendaraan beroperasi pada 2037. Atong menambahkan bahwa pembentukan ekosistem ini berpotensi memberikan dampak ekonomi bernilai Rp 150 triliun pada 2026–2031, membukakan 215 ribu lapangan kerja baru, serta memperkuat neraca perdagangan lewat substitusi impor minyak senilai Rp 45 triliun.
Langkah penguatan ekosistem kendaraan ramah lingkungan ini diawali dengan peresmian fasilitas produksi Molinas buatan dalam negeri di PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (13/8). "Bismillahirrahmanirrahim, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo Subanto saat acara peluncuran dan peresmian Molinas beserta ekosistem pendukungnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow