Kemenpar Targetkan Konser Andrea Bocelli Sumbang Rp792 Miliar di Borobudur dan Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pariwisata menargetkan dampak ekonomi sebesar 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar dari konser tenor Italia Andrea Bocelli yang akan digelar di Candi Borobudur, Magelang, dan Jakarta pada 31 Oktober dan 3 November 2026.

Konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" ini diperkirakan akan menarik 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta, menurut keterangan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Kamis (20/8).

Widiyanti menyatakan bahwa penyelenggaraan event internasional seperti ini memiliki nilai strategis untuk sektor pariwisata karena dapat memperkuat citra destinasi serta menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal.

"Menurut kami, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," ujar Widiyanti.

Dampak ekonomi tersebut muncul dari berbagai aktivitas, termasuk pembelian tiket, penggunaan akomodasi dan transportasi, konsumsi kuliner, serta produksi pertunjukan yang melibatkan vendor, pelaku industri, UMKM, pekerja seni, dan komunitas lokal.

Kemenpar menyiapkan dukungan berupa fasilitasi pengurusan visa bagi seniman, kemudahan perizinan logistik, serta kerja sama dengan Garuda Indonesia melalui program tiket penerbangan gratis bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Selain itu, Kemenpar bersama agen perjalanan menyediakan paket wisata di sekitar Borobudur untuk mendorong penonton memperpanjang masa tinggal dan mengunjungi destinasi lain di Jawa Tengah.

Widiyanti menekankan bahwa kehadiran Andrea Bocelli menjadi momentum untuk menggabungkan pertunjukan musik internasional dengan kekayaan budaya dan destinasi Indonesia.

"Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Kita memiliki heritage destination yang kuat, sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world-class events," ujar Widiyanti.

Lokasi konser di Borobudur dipilih karena nilai sejarah dan budaya yang kuat, sementara Jakarta dipilih sebagai representasi destinasi perkotaan yang sering menjadi tuan rumah pertunjukan internasional.

Founder Shoemaker Studios Prajna Murdaya menyatakan pemilihan Borobudur selaras dengan karakter musik klasik Andrea Bocelli dan rangkaian konser di sana akan dilengkapi dengan Kampung Budaya yang menampilkan seni tradisional, kuliner, serta potensi pariwisata Magelang dan Jawa Tengah.

"Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang masuk dalam rangkaian perayaan 30 tahun album 'Romanza' Andrea Bocelli," ujar Prajna.

Kemenpar mencatat hingga Juli 2026 telah mendukung 105 event dengan lebih dari 6,47 juta pengunjung, melibatkan sekitar 11.000 UMKM dan 184.000 pekerja seni serta komunitas, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1 triliun.

Untuk tahun 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan mendukung 206 event di berbagai daerah melalui program Event by Indonesia, yang mencakup event daerah, nasional, internasional, dan kegiatan MICE.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed