Kemensos Dorong Siswa Baru Sekolah Rakyat Kejar Pendidikan Tinggi
Kementerian Sosial mendorong para siswa baru Sekolah Rakyat di berbagai daerah untuk membangun kepercayaan diri dan mengoptimalkan potensi mereka demi memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan.
Kunjungan serta dialog langsung dilakukan oleh jajaran pimpinan Kementerian Sosial di Semarang, Jakarta, dan Magelang selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada pertengahan Juli 2026.
Dalam keterangan resmi Kementerian Sosial di Jakarta, Wakil Menteris Sosial Agus Jabo Priyono membagikan komitmen pemerintah untuk mengawal masa depan para lulusan.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah, yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.
Dorongan tersebut disampaikan Agus Jabo saat berdialog dengan 262 siswa baru di Kota Semarang pada Jumat (17/7/2026).
"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus jadi anak yang pintar," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.
Di Semarang, tercatat ada 87 siswa SD, 88 siswa SMP, dan 87 siswa SMA yang mengikuti program adaptasi tersebut sejak 13 Juli 2026.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucap Abi Alfian (16), salah satu siswa Sekolah Rakyat Semarang.
Sementara itu, motivasi serupa juga diserukan oleh Agus Jabo ketika menyambangi 60 anak didik baru di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (19/7/2026).
"Setiap kalian adalah anak-anak yang berharga. Anak-anak yang punya potensi yang akan dikembangkan di Sekolah Rakyat," seru Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.
Pihak sekolah memastikan proses pemetaan bakat telah berjalan agar tenaga pendidik dapat mengarahkan para siswa secara optimal.
"Kalian tidak boleh berkecil hati walaupun berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bapak harapkan, apa pun pekerjaan bapak-ibumu kalian harus bangga," kata Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.
Pihak pengelola institusi pendidikan ini menyambut baik dukungan penuh dari kementerian serta berbagai elemen masyarakat.
"Di Sekolah Rakyat, kita didampingi oleh orang-orang hebat, dan semoga nanti salah satu dari kalian juga menjadi orang-orang hebat, menjadi apa yang sesuai dan minat dan bakat anak-anak," kata Anisatul Masruroh, Kepala Sekolah SRMA 15 Magelang.
Pada kesempatan terpisah di Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau fasilitas asrama dan gedung permanen baru pada Sabtu (18/7/2026) malam.
"Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu," ujar Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini sempat menanyakan pendapat para murid mengenai sarana prasarana yang sedang diselesaikan oleh pelaksana proyek konstruksi.
"Lihat sarana dan prasarananya gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?" tanya Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Seluruh murid serentak menjawab pertanyaan tersebut dengan antusias.
"Bagus!" jawab seluruh murid Sekolah Rakyat DKI Jakarta.
Gus Ipul meminta para pengajar dan wali asuh untuk memperlakukan seluruh anak didik secara setara tanpa diskriminasi.
"Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri. Semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama," kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Kementerian Sosial mencatat hasil penjangkauan siswa baru di DKI Jakarta saat ini meliputi 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 27 siswa SD.
"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan," jelas Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Sejumlah siswi di Jakarta menceritakan fase adaptasi yang mereka lewati selama tinggal di lingkungan asrama yang baru.
"Pertama nangis, kedua kangen orang tua, third sudah terbiasa," tutur Calysta (12), salah satu siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta.
Siswi lain mengungkapkan rasa syukur karena program ini memberikan kepastian kelanjutan sekolah di tengah keterbatasan ekonomi.
"Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini," ucap Jessi, salah satu siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta.
Gus Ipul menutup kunjungan kerja tersebut dengan mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
"Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun," tegas Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow