Kementerian Komunikasi Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Digital 2040
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia pada 2040, didorong oleh pasar besar, pertumbuhan teknologi, serta konektivitas masyarakat, kata Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah di konferensi BATIC 2026 di Bali.
Edwin menyebut nilai ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai sekitar USD 130 miliar per tahun dan sektor teknologi informasi dan komunikasi tumbuh lebih dari 8% per tahun selama satu dekade terakhir, menurut dilansir dari Detik iNET.
Ia menambahkan bahwa sekitar 80% penduduk Indonesia telah terkoneksi internet, sedangkan 92% pekerja familiar dengan kecerdasan buatan (AI), meskipun hanya 15% yang memanfaatkan AI secara produktif.
Edwin mengatakan, "Kalau pagi ini saya berdiri di sini dan mengatakan Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi digital terkemuka di dunia pada 2040, apakah ada yang percaya?"
Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi mirip dengan China dalam industri kendaraan listrik yang dulu diragukan, namun kini menjadi produsen terkemuka.
Edwin menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital memerlukan infrastruktur fisik yang kuat seperti jaringan, fiber optik, menara telekomunikasi, dan data center sebagai fondasi utama.
"Untuk lima tahun ke depan, penguatan connectivity menjadi salah satu fokus. Kementerian kami juga sedang merancang master plan baru infrastruktur digital," kata Edwin.
Strategi Komdigi untuk mendorong ekonomi digital meliputi enam pilar: connectivity, capital, competencies, commerce, compliance, dan collaboration.
Edwin menjelaskan, "Kepatuhan bukan hanya untuk melindungi. Kepatuhan harus memungkinkan pertumbuhan. Pemerintah dapat bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem."
Pemerintah juga fokus menangani kegagalan pasar, konsentrasi pasar, asimetri informasi, dominasi data, dan perlindungan konsumen agar pasar digital tetap kompetitif dan inovatif.
Dalam pengembangan AI, pemerintah telah menyusun roadmap yang mencakup investasi, riset, sumber daya, data, etika, dan kebijakan dengan prinsip inklusivitas agar manfaat AI dan cloud dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
Edwin menegaskan, "Yang paling penting adalah transparansi dan akuntabilitas untuk membangun kepercayaan. Itu menjadi salah satu isu paling penting dalam digitalisasi, AI, dan cloud."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow