Kepadatan Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Mengular Belasan Kilometer
Penumpukan kendaraan mengular hingga belasan kilometer pada jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026). Kepadatan parah ini disebabkan peningkatan volume kendaraan pengguna jasa yang terjadi secara bersamaan dengan proyek pengerjaan kapasitas dermaga di kedua pelabuhan.
Kapasitas pengangkutan kapal menyusut dari rata-rata operasional harian 28 hingga 32 kapal menjadi hanya sekitar 23 kapal per hari. Penurunan ini terjadi karena dua fasilitas dermaga tidak dapat beroperasi maksimal imbas pengerjaan konstruksi di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang, Media Syahrianto, memberikan rincian terkait kondisi kemacetan lalu lintas tersebut.
"Di sisi Gilimanuk sekarang ekor antrean hanya di sekitar area manuver, itu hanya beberapa ratus meter saja sebelum masuk pelabuhan," jelas Media.
Pihak manajemen pelabuhan berupaya keras mengurai kepadatan dengan melakukan penyesuaian operasional serta pengalihan kapal di jalur penyeberangan.
"Per hari ini Senin (6/9) pukul 08.00, antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai belasan kilometer kini telah berhasil terurai bertahap hingga tersisa sekitar 4.5 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang dengan ekor antrean di sekitar Watudodol," ujarnya.
ASDP berkoordinasi langsung dengan regulator, kepolisian, serta pemangku kepentingan pelabuhan untuk menerapkan langkah mitigasi darurat.
"Kondisi tersebut kemudian menyebabkan waktu tunggu kendaraan menjadi lebih panjang dan antrean kendaraan sempat mengular hingga beberapa kilometer menuju Pelabuhan Ketapang," ujarnya.
Pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) sempat diberlakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar percepatan pengangkutan kendaraan dapat terealisasi. Selain itu, percepatan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan tetap memprioritaskan keselamatan.
"Langkah lanjutan dan mitigasi, ASDP akan terus mengevaluasi pola operasional yang berjalan dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan, dengan tujuan utama mempercepat pelayanan, mengurangi waktu tunggu, serta memberikan kepastian dan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna jasa," ujarnya.
Penyiapan armada perbantuan juga disiagakan untuk menambah daya angkut kendaraan barang dan penumpang.
"ASDP juga menyiapkan langkah lanjutan berupa mengoperasikan kapal perbantuan KMP Jatra I untuk lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dalam hal ini ASDP merelokasi KMP Portlink di lintasan Tg. Wangi - Lembar agar melayani truk tujuan Lombok," kata Media.
Sopir truk terdampak di bufferzone Bulusan turut menerima bantuan makanan dan minuman dari petugas.
"ASDP juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan dan pengaturan dari petugas di lapangan agar proses penguraian antrean dapat berjalan dengan tertib dan optimal," imbau Media.
ASDP memastikan status tiket calon penumpang yang terdampak situasi kedaruratan ini tetap berlaku.
"Serta yang tidak kalah penting, bagi pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetapi belum dapat menyeberang akibat kondisi force majeure ini tidak perlu khawatir tiketnya hangus. Pengguna jasa tetap akan kami layani dan diseberangkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.
Media Syahrianto menyampaikan tanggapan resmi mengenai dialog bersama asosiasi pengemudi yang sempat menyampaikan protes di Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (7/9/2026) sore.
"Kami memahami dan menghargai aspirasi yang disampaikan para pengemudi, terkait antrian kendaraan yang terjadi beberapa waktu terakhir," kata Media Syahrianto.
Protes pengemudi melahirkan kesepakatan tertulis bermaterai, seperti pengoperasian dermaga LCM khusus kendaraan barang, batas waktu bongkar muat 30 menit, penyetopan skema TBB, dan kedisiplinan antrean.
"Melalui skema ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk langsung diberangkatkan kembali tanpa muatan, untuk mempercepat proses pengangkutan kendaraan yang mengantri di Ketapang," katanya.
Penerapan skema operasional pelabuhan dievaluasi secara terus-menerus menyesuaikan dinamika kepadatan kendaraan di kedua belah sisi.
"Kami sepenuhnya memahami, kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa serta masyarakat sekitar, kami menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang dirasakan masyarakat," katanya.
Guna mengatasi kemacetan di jalur darat menuju pelabuhan, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur mengerahkan 60 personel tambahan dan 30 unit sepeda motor patroli.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombespol Rahmat Hakim menyampaikan teknis pengamanan arus lalu lintas di kawasan terdampak.
"Kami menerapkan pola pengaturan empat shift selama 24 jam. Kehadiran petugas secara berkelanjutan ini untuk memastikan arus lalu lintas tetap bergerak sekaligus mengantisipasi berbagai kendala di sepanjang jalur antrean," katanya.
Kepolisian memberikan prioritas khusus kepada ambulans dan kendaraan yang mengangkut warga dalam kondisi darurat medis.
"Petugas di lapangan akan memberikan prioritas dan membantu pengawalan terhadap kendaraan darurat, khususnya ambulans maupun masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera," jelasnya.
Penanganan arus kemacetan di area luar pelabuhan diselaraskan dengan sinergi lintas instansi.
"Penanganan ini membutuhkan kerja bersama. Kepolisian fokus menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas di jalan, sementara optimalisasi pelayanan penyeberangan tentunya terus dikoordinasikan bersama Kementerian Perhubungan, ASDP, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan seluruh stakeholder terkait," paparnya.
Polda Jatim meminta para pengguna jalan mempertimbangkan rute alternatif dan memantau kondisi arus lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tertib dan bersabar dalam antrean, mengikuti arahan petugas, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima. Petugas akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat dan menjaga agar arus lalu lintas tetap berjalan," pungkas Rahmat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow