Kepala BGN Sebut Keracunan MBG Sidoarjo Akibat Kelalaian Disengaja
Keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terjadi pada Selasa (1/9) dan menyebabkan 730 siswa dan santri sakit hingga Kamis (3/9/2026), menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan insiden itu akibat kelalaian yang disengaja oleh petugas SPPG Kalitengah yang memasok MBG. Ia menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kesehatan yang terjadi.
Sudaryono menjelaskan bahwa ompreng makanan tidak diberi label waktu masak dan batas konsumsi sesuai standar. Makanan yang seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 malah disantap di atas jam 12.00, menyebabkan keracunan massal.
"Ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklak juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan tapi Anda lalai dalam melaksanakan ini," ujar Sudaryono.
Dia juga menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pelaku yang terbukti lalai dan jika ada unsur pidana, pihaknya tidak akan membantu pembelaan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, dari total 730 korban yang tercatat, 23 orang masih menjalani perawatan inap, 706 berobat jalan, dan satu pasien dalam observasi di RSUD Notopuro.
Wakil Koordinator BGN Regional Jatim Teguh Bayi Wibowo menyatakan SPPG Kalitengah telah disuspend operasionalnya sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membantah kabar adanya korban meninggal dunia akibat keracunan tersebut dan menyatakan banyak korban yang sudah bisa dipulangkan.
Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto meminta agar seluruh 4.340 SPPG di Jawa Timur memiliki petugas keamanan pangan (food safety) untuk menjaga kualitas MBG sejak bahan baku hingga distribusi.
"Keamanan pangan harus menjadi prioritas sejak bahan baku diterima, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat," ujar Hari.
Dia juga menekankan perlunya kewenangan petugas food safety untuk menghentikan distribusi jika ditemukan indikasi makanan tidak aman dan mendorong pemeriksaan berkala serta penyimpanan sampel makanan untuk investigasi keracunan.
Hari mengingatkan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya soal jumlah porsi yang dibagikan, melainkan seberapa banyak anak yang menerima makanan bergizi secara aman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow