BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah Setelah 730 Santri Keracunan di Sidoarjo

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 730 santri di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mencopot kepala dapur SPPG tersebut dan menangguhkan operasional dapur sebagai upaya evaluasi. (detik.com, 4/9/2026)

Dari total 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah pulih dan kembali ke pondok pesantren, sementara 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit setempat. BGN terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab keracunan dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) dalam pengelolaan MBG. (antaranews.com, 5/9/2026)

Wakil Kepala BGN, Mayor Jenderal TNI Trenggono, menyampaikan bahwa kegagalan utama terjadi akibat ketidakpatuhan terhadap SOP meski secara umum pelaksanaan sudah sesuai standar. Dia juga berencana meninjau langsung dapur yang terdampak untuk evaluasi lebih lanjut. (detik.com, 4/9/2026)

"Sudah. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," ujar Trenggono di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Trenggono juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dapat menangani para korban dengan baik. (antaranews.com, 5/9/2026)

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii yang mengunjungi santri korban di RSUD Notopuro menegaskan program MBG tetap penting dan perlu dilanjutkan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan. (cnnindonesia.com, 4/9/2026)

"Dari kunjungan ke santri tadi, mereka menunggu dan sangat membutuhkan MBG. Program ini sudah berjalan beberapa bulan dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Baru kali ini terjadi masalah. Karena itu, harus ada investigasi untuk mengetahui penyebabnya," ujar Syafii.

Syafii menyebut keluhan santri berkaitan dengan menu telur dan sayuran, dan menekankan bahwa evaluasi bertujuan memastikan standar pengolahan makanan tetap terpenuhi, bukan mempertanyakan keberlanjutan program MBG. (cnnindonesia.com, 4/9/2026)

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendorong BGN merombak sistem penyediaan MBG dari dapur tersentralisasi ke dapur berbasis sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko keracunan dengan memperpendek waktu antara penyajian dan konsumsi makanan, sehingga menekan pertumbuhan bakteri. (detik.com, 4/9/2026)

Charles menuturkan bahwa risiko kontaminasi meningkat setelah makanan dibiarkan lebih dari empat jam pada suhu ruang, sehingga pengendalian suhu harus diperketat. Dia juga mengusulkan penggantian kerugian bagi pengelola dapur SPPG lama agar transisi sistem berjalan lancar. (detik.com, 4/9/2026)

Data BGN per 2 September 2026 menunjukkan 50.059 orang menjadi korban dari 460 kejadian keracunan di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota dalam dua tahun terakhir, menandakan masalah keracunan makanan MBG bersifat sistemik dan menyebar luas di Indonesia. (detik.com, 4/9/2026)

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed