Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan Staf

Smallest Font
Largest Font

Laporan polisi resmi dilayangkan oleh staf Sekretariat DPRD Kabupaten Bone, Yuli Nofita Sari (29), terhadap Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong ke Polres Bone pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.00 Wita atas dugaan kekerasan fisik dan verbal.

Aksi dugaan penganiayaan tersebut dicantumkan secara resmi dalam dokumen Laporan Polisi bernomor STTLP/450/VII/2026/SPKT/RES BONE/POLDA SULSEL. Pihak pelapor yang berstatus sebagai PPPK paruh waktu mempermasalahkan tindakan pidana dengan sangkaan melakukan penganiayaan secara melawan hukum.

Insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait penyediaan hidangan konsumsi untuk tamu pimpinan legislatif di area kantin kantor dewan.

"Sudah saya laporkan Ibu Ketua DPRD Bone secara resmi di Polres Bone. Laporanku soal penganiayaan," ujar Yuli kepada detikSulsel, Rabu (22/7/2026).

Sebelum dipanggil ke kantin, Korban yang bertugas di Bagian Umum telah menyediakan sajian kue sesuai prosedur awal untuk dua orang tamu.

"Ketua DPRD Bone memanggil saya ke kantin. Setelah sampai di kantin, satu bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol lombok," sebut Yuli.

Awal pemicu perselisihan bermula saat Yuli membagi porsi hidangan kue untuk dipersiapkan di ruang lounge dan area kantin.

"Satu bosara kue na lempar dimukaku, nalemparka air, nalemparka botol lombok, padahal tidak ada salahku. Begitu ga namanya Ketua DPRD," ujar Yuli, Rabu (22/7).

Korban menjelaskan rincian urutan kejadian saat dirinya mendadak dipanggil kembali oleh pimpinan legislatif tersebut.

"Awalnya minta kue, baru dari maka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di launch, kemudian dia teleponka lagi kalau ada tamunya, saya bilang adaji kuenya karena sudah dibagi dua," sebut Yuli.

Tindakan pelemparan barang dan penyiraman air dialami korban secara tiba-tiba sewaktu memenuhi panggilan ke lokasi kantin.

"Berselang beberapa saat saya kembali ke ruangan. Baru dipanggilka sama ibu ketua ke kantin. Pas sampai ka di kantin, itu kue satu bosara langsung nalempar semua di muka ku, satu botol air disiramkanka, dilemparka botol lombok, manusia ga kalau begitu," lanjut Yuli.

Penanganan perkara tindak pidana penganiayaan ini telah terkonfirmasi langsung oleh aparat kepolisian setempat.

"Sudah masuk laporannya. Laporannya sekaitan penganiayaan," ucap Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed