Kimi Antonelli Rebut Posisi Start Terdepan GP Belgia 2026

Smallest Font
Largest Font

Pembalap remaja tim Mercedes, Kimi Antonelli, berhasil mengamankan posisi start terdepan untuk balapan utama Formula 1 Grand Prix Belgia setelah mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Spa-Francorchamps pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Pembalap berusia 19 tahun asal Italia tersebut menorehkan waktu penentu 1 menit 44,361 detik. Hasil ini menjadi pole position keenam bagi Antonelli dari sepuluh seri yang telah berjalan sepanjang musim balap 2026, sekaligus mengukuhkan dominasi Mercedes dalam kualifikasi satu putaran.

Usai sesi kualifikasi berakhir, Antonelli mengungkapkan rasa percaya dirinya yang terus tumbuh bersama jet darat Mercedes di lintasan sepanjang 7,004 kilometer tersebut.

"I’ve been feeling good with the car all year and it’s good to be more and more confident whenever I jump in it," kata Kimi Antonelli, pebalap Mercedes.

Sementara itu, pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, mengamankan posisi kedua di baris depan setelah mendapatkan bantuan slipstream dari rekan setimnya, Isack Hadjar. Verstappen mengakui kontribusi besar Hadjar di sektor terakhir sirkuit.

"Isack helped me a lot with the tow in the final sector," ujar Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Verstappen menjelaskan bahwa tanpa bantuan hambatan angin tersebut, posisinya bisa merosot tajam akibat ketatnya margin waktu antarpembalap.

"Otherwise it could have easily been P6 because the gaps behind were so close," kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Ia juga realistis mengenai selisih performa mobilnya dengan tim Mercedes menjelang balapan hari Minggu.

"The gap even in qualifying with a massive tow is still over three-tenths. So I don’t really expect to race them tomorrow," kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Dalam wawancara terpisah yang dilansir dari crash.net, Verstappen kembali menegaskan signifikansi bantuan taktis dari Hadjar yang harus memulai balapan dari grid belakang karena penalti mesin.

“Itu jelas membantu saya, kalau tidak, saya tidak akan berdiri di sini. Kalau tidak, saya rasa saya akan berada di posisi keenam, atau semacamnya,” kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Verstappen pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama tim yang telah direncanakan sebelum kualifikasi tersebut dimulai.

“Jadi, saya berterima kasih kepada Isack hari ini, karena tahu bahwa dia harus memulai dari belakang grid, dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan memberi saya bantuan di sektor terakhir, dan itulah mengapa kami berdiri di sini. Jadi terima kasih kepadanya untuk itu.” ujar Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Ia menceritakan momen ketika dirinya memacu kendaraan sangat dekat di belakang mobil Hadjar saat keluar dari tikungan Blanchimont.

“Saya melaju kencang, saya pasti akan mendorongnya,” ucap Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Verstappen memuji presisi manuver yang dilakukan oleh rekan setimnya di lintasan lurus menjelang chicane terakhir.

“He did an amazing job. At first I thought, ‘oh my god, too close,’ but then it worked out well into the last chicane. It was close, but I trusted him.” kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Strategi slipstream ini diakui Verstappen sebagai hasil kesepakatan internal tim Red Bull untuk mengoptimalkan gaya hambat udara.

“Maksud saya, kami membicarakannya, dan saya pikir itu cukup mudah disepakati. Jadi kami tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Ia menambahkan analisis teknis mengenai keuntungan memanfaatkan area lintasan lurus tersebut.

“Tentu saja, Anda selalu mencoba untuk membuatnya lebih baik dari putaran pertama ke putaran kedua dan saya pikir Isack melakukannya dengan sangat baik. Dan mengapa melakukannya di lintasan lurus itu, saya pikir Anda memiliki lebih sedikit SM (Straight Mode), jadi ada sedikit lebih banyak drag. “Itulah mengapa saya kira itu mungkin sedikit lebih membantu. Saya pikir itu sangat seimbang. Di FP3, saya, karena alasan apa pun, mendapat dua kali slipstream, sektor satu dan tiga, dan keduanya cukup seimbang.” tutur Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Menatap balapan utama, juara dunia bertahan tersebut memilih fokus pada performanya sendiri ketimbang mengejar rival di depan.

“Sulit di awal, kurasa, ditambah, jujur saja, aku hanya ingin balapan sendiri,” kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Verstappen memprediksi balapan akan lebih banyak dihabiskan untuk mempertahankan posisi dari kejaran pembalap di belakangnya.

“Maksudku, selisihnya bahkan di kualifikasi dengan bantuan slipstream yang besar masih lebih dari tiga persepuluh detik. Jadi aku tidak berharap bisa bersaing dengan mereka besok. “Kurasa ini lebih tentang aku melihat ke kaca spion dan melawan mereka, atau even mencoba melawan mereka, tetapi terutama hanya mencoba balapan sendiri dan melihat di mana kita berakhir.” kata Max Verstappen, pebalap Red Bull.

Di sisi lain, Isack Hadjar mengakui bahwa menjalankan peran sebagai pemberi slipstream bagi Verstappen merupakan tugas berat.

“sangat sulit” kata Isack Hadjar, pebalap Red Bull.

Hadjar menjelaskan kerumitan sistem komputer mesin saat mobil tiba-tiba melambat di area tertentu.

“Yang sulit adalah menebak apa yang akan diberikan mesin, karena begitu Anda berhenti di Tikungan 14, tenaga dan mesin sedikit bingung karena Anda berhenti tanpa alasan dan perangkat lunaknya juga bingung,” ujar Isack Hadjar, pebalap Red Bull.

Ia memaparkan evaluasi dari dua percobaan yang dilakukannya selama sesi Q3.

“Jadi percobaan pertama saya di Q3, saya menggunakan tenaga yang terlalu besar, jadi saya menjauh darinya. Percobaan kedua, saya tidak memiliki cukup tenaga sehingga mungkin dia mengejar saya dan saya bisa menariknya sepanjang balapan. Itu sangat sulit untuk dinilai.” tutur Isack Hadjar, pebalap Red Bull.

Rekan setim Antonelli, George Russell, menempati urutan start ketiga setelah Lando Norris yang meraih waktu tercepat ketiga terkena penalti. Russell mengeluhkan masalah kecepatan mobilnya di trek lurus.

"It’s frustrating, we thought we found the problem," tutur George Russell, pebalap Mercedes.

Russell menjelaskan bahwa kendala keseimbangan ini terus membayangi meski tim telah melakukan berbagai penyesuaian teknis.

"We go through the process, we think it this, so we change it. I thought it was driver style, I changed it. It’s not the driving style. It feels like your battling with one hand behind your back, it’s a challenge," kata George Russell, pebalap Mercedes.

Pembalap asal Inggris itu menyoroti berkurangnya catatan waktu yang hilang di lintasan lurus dibandingkan hari sebelumnya.

"Yesterday, I was losing eight tenths in the straights, today I'm losing four tenths," kata George Russell, pebalap Mercedes.

Ia meyakini bahwa hilangnya performa ini tidak berkaitan langsung dengan unit daya kendaraan.

"I don't think it's the power unit, to be honest," ujar George Russell, pebalap Mercedes.

Russell menceritakan proses analisis mendalam yang dilakukan tim sejak seri sebelumnya di Silverstone.

"We saw this from Silverstone, we thought we found the problem. We thought it was something with the brakes, it wasn't the brakes. Then we thought it was my driving style, with the throttle. I convinced myself that it was something with me, the driving style," tutur George Russell, pebalap Mercedes.

Ia menegaskan komitmen seluruh kru mekanik untuk mengidentifikasi gangguan serius pada mobil sebelum balapan berikutnya.

"Now we're very confident it's not the driving style, and that there's a serious issue at play here. And the team are working so hard to resolve it. Every lap I do and I see I'm down anywhere from two tenths to six tenths, straights, it's pretty infuriating," kata George Russell, pebalap Mercedes.

Meskipun demikian, Russell merasa puas dengan performa kendaraannya saat melintasi tikungan-tikungan sirkuit.

"I was pleased with my lap. When I look at the corners, there's a lot of corners that I was faster. There were definitely corners that we needed to improve.

The corners look like a normal fight you'd have for a pole. The straights... it's not. I don't know what the solution is.

But I'm praying ahead of Budapest, we'll find it," kata George Russell, pebalap Mercedes.

Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, akan memulai balapan dari posisi kelima setelah mobilnya mengalami kerusakan suspensi akibat insiden di sesi latihan bebas ketiga.

"I think something wasn't the same on the rear suspension, so the balance wasn't the same as I had in FP3, when the car was feeling really great," jelas Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Hamilton mengapresiasi kerja keras kru mekanik Ferrari yang berhasil memulihkan kondisi kendaraannya tepat sebelum kualifikasi dimulai.

"The guys did a great job repairing the car and these things happen, you move on. I did the best I could in qualifying, I think my laps were pretty decent," kata Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Ia berharap kendaraannya dapat tampil optimal dan stabil sepanjang balapan utama berlangsung.

"They pushed right until the last minute to get the thing fixed, so I'm just grateful they did and I hope the car is still OK in the race," tutur Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Hasil memuaskan juga diraih oleh pembalap muda Racing Bulls, Arvid Lindblad, yang sukses menembus posisi start kedelapan.

"definitely our best qualifying of the year," ucap Arvid Lindblad, pebalap Racing Bulls.

Berdasarkan keputusan pengawas balapan yang dilansir dari ANTARA, empat pembalap serempak dijatuhi penalti mundur posisi start akibat pelanggaran regulasi pembaruan unit daya. Lando Norris harus turun ke urutan ke-13, sementara Lance Stroll, Isack Hadjar, dan Fernando Alonso terlempar ke tiga posisi paling belakang.

Hasil Lengkap Kualifikasi F1 GP Belgia 2026
Pos.DriverTeamTime
1Kimi AntonelliMercedes1:44.361
2Max VerstappenRed Bull1:44.678
3Lando NorrisMcLaren1:44.801
4George RussellMercedes1:44.869
5Charles LeclercFerrari1:44.893
6Lewis HamiltonFerrari1:44.89
7Oscar PiastriMcLaren1:45.016
8Arvid LindbladRacing Bulls1:45.143
9Gabriel BortoletoAudi1:45.628
10Isack HadjarRed Bullno time
11Liam LawsonRacing Bullsno time

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed