KLH dan PHR Percepat Pemulihan Lahan Terkontaminasi Minyak di Riau
Kementerian Lingkungan Hidup bersama PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas mempercepat pemulihan tanah terkontaminasi minyak bumi di Wilayah Kerja Rokan, Riau, pada Sabtu (15/8/2026). Langkah berbasis teknologi komprehensif ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 63 dari 250 lokasi target telah memperoleh persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup. Sebanyak 26 lokasi selesai dipulihkan, dengan 17 lokasi di antaranya telah menerima Surat Penetapan Status Telah Selesainya Pemulihan Lahan Terkontaminasi.
Total pemulihan fisik yang diselesaikan mencakup area seluas 1.206.568 meter persegi dengan volume kontaminasi mencapai 682.494 meter kubik. Sebagian besar lokasi berada di perkebunan sawit warga, sedangkan 42 titik terletak di kawasan konservasi dan hutan.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan pengawasan ketat terhadap setiap tahapan pemulihan lahan terdegradasi demi menjamin kelestarian ekosistem dan keselamatan warga.
"Saya berpesan kepada PT Pertamina Hulu Rokan untuk tetap terus melaksanakan komitmennya dalam pemulihan lahan terkontaminasi minyak bumi ini dan saya mengapresiasi atas hal baik yang sudah dilakukan," kata Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat.
Saat meninjau lokasi prioritas di Minas dan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Jumhur juga mengingatkan pentingnya ikatan emosional pekerja dalam mengelola wilayah operasional domestik.
"Pastikan kita harus lebih baik karena bekerja di tanah air sendiri yang tentunya ada ikatan batin antara saudara saudara dengan wilayah ini. Selamat bertugas dan mengabdi," ujar Jumhur Hidayat.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin menjelaskan bahwa program pemulihan dirancang hingga 2030 dengan mengombinasikan teknologi bioremediasi dan fitoremediasi.
"Pemulihan TTM tidak hanya berbicara mengenai bagaimana kita mengembalikan fungsi lingkungan, tetapi juga bagaimana proses tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, kami mendorong penggunaan teknologi yang tepat sesuai karakteristik setiap lokasi, sekaligus mengoptimalkan keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal," ujar Muhamad Arifin.
Penerapan metode teknis disesuaikan dengan karakteristik kontaminasi tanah di setiap lokasi agar proses pembersihan berjalan terukur dan aman.
"Dengan pendekatan berbasis teknologi dan kajian teknis, setiap lokasi ditangani dengan metode yang tepat. Pada saat yang sama, pelaksanaan kegiatan juga memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi. Dengan demikian, pemulihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan secara beriringan," kata Muhamad Arifin.
Selain agenda pemulihan lingkungan, PHR juga memperkuat koordinasi operasional dan menyambut persetujuan ketentuan fiskal baru dari pemerintah pusat.
"Alhamdulillah kita bisa bertemu hari ini, kami mengucapkan syukur karena pemerintah telah menyetujui fiscal terms yang baru untuk operasional kami," kata Muhamad Arifin.
Dukungan terhadap keberlanjutan industri hulu migas nasional juga disampaikan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
"Kegiatan Pemulihan TTM ini merupakan salah satu bukti industri Hulu Migas dalam pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan. Tentunya kolaborasi antara Kementerian LH dengan SKK Migas serta PHR sangat penting untuk kelancaran dan keefektifan Kegiatan pemulihan TTM ini," kata Kepala Kelompok Kerja K3LL SKK Migas, Ivan Fadlun Azmy.
Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik komitmen investasi serta mendorong keterlibatan PHR dalam pembangunan infrastruktur daerah, khususnya perbaikan jalan rusak melalui program tanggung jawab sosial.
"Terima kasih sudah datang ke sini, saya senang bisa bersilaturahmi dengan Pak Direktur serta jajarannya karena sudah lama kita tidak bertemu," kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
SF Hariyanto menekankan pentingnya sinergi bersama Tim Satgas Forkopimda dalam mengatasi berbagai hambatan operasional lapangan demi kelancaran produksi migas.
"Kita tahu bersama untuk membangun Riau ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan sinergi dan kolaborasi," ujar SF Hariyanto.
Di tingkat global, aktivitas pengolahan minyak dan penyerapan pasokan mentah turut dipengaruhi oleh dinamika cadangan kilang independen China yang menyusut ke tingkat terendah.
"Kami memperkirakan minyak mentah yang terkena sanksi akan meningkatkan pangsa pasar di China selama Agustus seiring diperkirakannya rebound impor minyak mentah Iran," kata Emma Li, Analis Utama China di Vortexa Ltd.
Stok minyak mentah kilang swasta di Shandong sebelumnya merosot hingga 360 juta barel pada Juli 2026, yang mendorong potensi peningkatan kembali impor pasokan dari Timur Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow