PHR Bor Sumur Appraisal MNK di Rokan Mulai Desember 2026
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyiapkan pengeboran tiga sumur appraisal minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan mulai Desember 2026 untuk mendukung kelangsungan produksi migas nasional.
Langkah ini mengikuti temuan migas dari dua sumur eksplorasi MNK sebelumnya, sekaligus sebagai strategi PHR menghadapi penurunan alami produksi di lapangan konvensional.
Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menjelaskan, perusahaan menjalankan tiga strategi utama untuk mempertahankan produksi migas, yaitu pengeboran masif menjaga baseline, mendukung transisi energi dengan pengembangan energi baru terbarukan dan gas bumi, serta memasuki bisnis minyak non-konvensional.
"Untuk jaga supaya tidak decline, kami agresif menjaga baseline. Pengeboran masif di PHR sekitar 500 sumur, di Zona 4 sekitar 100 sumur. Di Sumatera pengeborannya sangat banyak karena aksesnya juga lebih mudah," ujar Arifin dalam Media Gathering PHR, Rabu (29/7).
Arifin menambahkan, pengembangan energi baru terbarukan di Rokan sudah berjalan dengan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 25 MW dan pengembangan gas bumi, termasuk pemanfaatan gas stranded menjadi compressed natural gas (CNG).
"Di pintu masuk Rumbai-Duri sudah banyak solar cell. Di Rokan bisa sampai 25 MW sehingga kontribusi kita terhadap EBT cukup signifikan. Dulu Rokan identik dengan minyak, sekarang energi gas yang lebih bersih juga kita kembangkan," kata Arifin.
PHR telah menyelesaikan dua sumur eksplorasi MNK yang berhasil menemukan migas, dan tahun ini akan dilanjutkan dengan pengeboran tiga sumur appraisal sebagai tahap awal pengembangan.
"Kita sudah bor dua sumur dan alhamdulillah terjadi discovery. Nah mulai tahun ini kita akan lakukan pengeboran sumur appraisal lalu demonstrasi dan insyaallah kita bor beberapa sumur untuk bisa menambah pundi-pundi minyak buat PHR dan juga buat negara," jelas Arifin.
Setelah tiga sumur appraisal, PHR berencana mengebor delapan sumur demonstrasi, dan jika berhasil akan mengembangkan hingga sekitar 400 sumur.
"Tiga sumur. Lalu nanti delapan sumur demonstrate-nya. Baru insya Allah nanti kalau sukses, itu hampir sekitar 400-an sumurnya," ujar Arifin.
Untuk mendukung percepatan pengembangan MNK, pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 246 Tahun 2026 yang memberikan insentif dan kemudahan bagi pengusahaan migas non-konvensional di WK Rokan.
"Kepmen khusus untuk MNK Rokan, sedemikian rupa sehingga kita punya fleksibilitas, ada insentif tambahan di situ, ada kemudahan, ada percepatan. Jadi saya terima kasih kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas yang sudah mendukung penuh untuk kita di MNK ini," kata Arifin.
Selain itu, PHR Regional 1 Sumatera juga mencatat produksi gas bumi mencapai 700 juta kaki kubik per hari (mmscfd) yang menjadi urat nadi perekonomian di Sumatera dan pasokan gas untuk Jawa Barat melalui jaringan pipa terintegrasi.
"Produksi gas kami juga alhamdulillah cukup banyak ya 700-an mmscfd gitu dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatra begitu ya," ujar Arifin.
Gas dari Sumatera bahkan dialirkan ke Pulau Jawa untuk menutupi kekurangan pasokan di Jawa Barat, karena jaringan pipa antar pulau sudah terhubung.
"Bahkan sebagian gas dari kami itu ada juga yang dialirkan ke sekitar Pulau Jawa karena di Jawa Barat sedikit lack of supply gas. Nah kebetulan pipanya sudah tersambung," jelas Arifin.
PHR juga mencatat produksi minyak mencapai hampir 200.000 barel per hari, sekitar 33 persen dari produksi minyak nasional, yang membuat gangguan operasional di Sumatera berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.
"Kalau kita bicara kinerja ya di seluruh Sumatra regional satu Sumatra itu produksi kita minyaknya hampir 200.000 ya, 199 poin sekian ribu barrel oil per day dan ini cukup signifikan begitu ya sekitar 33% dari produksi nasional," kata Arifin.
Arifin menegaskan bahwa tanpa pengeboran dan pengembangan lapangan baru, produksi migas lapangan tua akan turun tajam hingga 30 persen per tahun.
"Kalau kita gak ngapa-ngapain itu decline, turun gitu. Jadi kalau setahun kita produksi 200.000, terus kita hanya buka tutup valve, tahun depannya sudah hilang 30%-nya. Untuk menjaga itu, maka kami cukup agresif untuk memastikan baseline itu terjaga. Kita lakukan pemboran-pemboran yang cukup masif," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow