Komdigi Pulihkan 683 BTS Terdampak Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Komunikasi dan Digital mengupayakan pemulihan infrastruktur telekomunikasi pascagempa bumi berkekuatan M 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 683 dari total 794 site atau BTS yang terdampak telah kembali beroperasi normal hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, seperti dilansir dari Detik iNET.

Capaian tersebut setara dengan 86,02 persen dari seluruh menara pemancar yang terganggu di 11 kabupaten dan kota. Saat ini, tersisa 111 BTS atau sekitar 13,98 persen yang masih menjalani tahapan perbaikan teknis. Tiga daerah dilaporkan telah pulih total.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana," kata Menkomdigi Meutya Hafid dikutip Senin (17/8/2026).

Mayoritas kendala sinyal disebabkan pemutusan pasokan listrik atau power failure yang melanda 701 BTS setelah gempa terjadi. Selain hambatan daya, tercatat 93 BTS mengalami disrupsi pada sistem jaringan transmisi.

"Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi," jelas Meutya.

Proses pemulihan infrastruktur di lapangan disesuaikan dengan kendala spesifik pada tiap-tiap titik pemicu gangguan.

"Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan," lanjutnya.

Pemerintah berfokus menyelesaikan perbaikan pada area dengan tingkat kerusakan jaringan yang tinggi.

"Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi," terang Meutya.

Langkah penanganan ini diawasi langsung oleh Pusat Monitoring Telekomunikasi yang berkolaborasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, serta operator seluler.

"Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana," papar Meutya.

Bencana gempa tektonik berpusat di Nagekeo tersebut memicu kerusakan rumah warga dan fasilitas publik, serta mengakibatkan puluhan korban jiwa, ratusan luka-luka, dan ribuan orang mengungsi. Tiga wilayah yang telah pulih sepenuhnya mencakup Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Sementara delapan wilayah lain masih mencatatkan sisa BTS yang berproses menuju normalisasi penuh:

Tingkat Pemulihan BTS di Delapan Kabupaten NTT
KabupatenSisa BTS TerdampakTingkat Pemulihan (%)
Manggarai Timur3257,33%
Manggarai2782,35%
Nagekeo1976,25%
Ende1189,52%
Ngada1087,18%
Sikka794,07%
Manggarai Barat496,36%
Flores Timur197,56%

Warga diimbau untuk selalu mendengarkan instruksi resmi dari otoritas terkait selama masa tanggap darurat berlangsung.

"Meutya mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana."

Monitoring ketat terhadap 111 menara tersisa dipastikan berjalan intensif sampai koneksi telekomunikasi di seluruh pelosok terdampak pulih 100 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed