Kontak Tembak dengan OPM di Papua Tengah Mengakibatkan Prajurit TNI Gugur

Smallest Font
Largest Font

Satu prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka-luka usai terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Di lokasi terpisah, tiga anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (16/8/2026).

Insiden di Jila terjadi sekitar pukul 08.12 WIT ketika Pos Yonif 133/YS dan Koramil Jila diserang dari tiga arah oleh kelompok armatur yang diduga dipimpin Pemne Kogoya dari Kodap III Puncak. Serangan tersebut mengakibatkan Pratu Rizki Kurniawan meninggal dunia akibat luka tembak di kepala, sementara Pratu Y. Pasaribu mengalami luka di pinggang dan Pratu Kiki Febrio tertembak di bagian lengan.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto menyatakan bahwa aparat gabungan langsung melakukan tindakan balasan serta peningkatkan pengamanan di wilayah terdampak.

"Situasi di wilayah jila masih kondusif, dengan beberapa peningkatan pengamanan di titik-titik tertentu kemudian pihak aparat gabungan melakukan pengejaran kepada para pelaku," kata Tri Purwanto kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026).

Tri Purwanto menambahkan bahwa proses evakuasi terhadap para korban sedang berlangsung dan penanganan medis untuk dua prajurit yang terluka terus dilakukan.

"Kontak tembak prajurit TNI dengan KKB dari Kodap III Ndugama mengakibatkan tiga prajurit terluka dan salah satunya gugur. Evakuasi para korban saat ini sedang dilakukan," ujar Tri Purwanto dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga menegaskan keterlibatan unsur gabungan dalam menjaga stabilitas wilayah Jila setelah serangan tersebut terjadi.

"Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," kata Tri Purwanto dilansir dari Detik.com.

Penyelidikan mendalam masih dilanjutkan untuk mengusut kronologi penuh dan mengamankan daerah sekitar dari potensi gangguan susulan.

"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan," ungkap Tri Purwanto.

Sinergi antara aparat keamanan terus dijalankan guna menjaga situasi kemasyarakatan tetap terkendali.

"TNI bersama Polri juga terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan tersebut," ujar Tri Purwanto.

Pengawasan di area terdampak diperketat bersamaan dengan langkah penegakan hukum di lapangan.

"TNI bersama Polri juga terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila," kata Tri Purwanto.

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mengonfirmasi bahwa personel di lapangan meningkatkan kesiapsiagaan mengingat letak pos TNI yang berdekatan dengan Polsek Jila dan keterbatasan akses geografis darat di wilayah tersebut.

"Situasi masih mencekam. Memang lokasinya berdekatan dengan Polsek. Anggota sedang berjaga-jaga disana. Sementara untuk korbannya nanti disampaikan oleh pihak TNI," ujar Alfredo Agustinus Rumbiak dilansir dari Kompas.com.

Sementara itu, kontak senjata terpisah di Kabupaten Puncak terjadi saat Satgas TNI menggelar patroli pengejaran. Prajurit TNI menyita delapan pucuk senjata api beserta amunisi yang diduga hendak digunakan OPM untuk mengganggu keamanan menjelang peringatan HUT ke-81 RI, sedangkan jasad tiga anggota OPM yang tewas dibawa lari oleh kelompoknya ke dalam hutan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan kronologi penindakan terhadap kelompok bersenjata di Distrik Eral Makawia tersebut.

"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM," kata Lucky Avianto dilansir dari Antara News.

Operasi militer tersebut ditegaskan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan aturan pelibatan yang berlaku.

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera," kata Lucky Avianto.

Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri terus melanjutkan patroli penyisiran serta penjagaan ketat di wilayah Mimika dan Puncak guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed