Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Menerjang Gelombang Tiga Meter

Smallest Font
Largest Font

Pasangan suami istri asal Kabupaten Pasuruan, Arif Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), bertahan hidup di tengah terjangan ombak setinggi tiga meter di Perairan Utara Sumenep usai melompat dari KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Aksi nekat melompat ke laut terpaksa dilakukan pasutri pedagang kuda tersebut setelah kobaran api membesar di kapal rute Surabaya–Makassar milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut. Keduanya sempat terombang-ambing di laut selama hampir satu jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal tanker yang melintas.

Insiden kebakaran disadari Arif sekitar pukul 06.00 WIB saat dirinya tengah memberi makan tujuh ekor kuda dagangannya di dek kendaraan.

"Perkiraan jam 6 pagi mulai ada asap putih, pandangan masih normal. 20 menit kemudian asap hitam. Saya turun ke bawah saya lihat sudah kebakaran. Naik ke atas ke ABK, turun, saya lihat sudah kebakaran. Terus naik lagi, itu sudah asap," ujar Arif saat ditemui di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Suhu panas yang kian menyengat di dek kapal memaksa para penumpang mengambil keputusan kritis untuk menyelamatkan diri.

"Saya bilang ke istri, berdua harus melompat, karena api sudah merah. Jadi harus lompat. Jam 2 siang mulai melompat, sudah panas. Di atas masih 40-an orang belum berani lompat," kata Arif.

Arif menambahkan bahwa musibah ini juga menghilangkan mata pencahariannya beserta kendaraan pengangkut.

"Kita jual beli kuda. Jadi ya kalau sudah laku tinggal ngirim. Bukan peternak, pedagang.

Ini kan sudah punya orang lain, sudah dibayar. Berangkat naik mobil L300, kuda terdaftar karantina. Kerugian Rp 300 juta, mobil sama 7 kuda.

Yang jelas rugi, mobilnya juga habis," jelas Arif.

Selain kerugian materiil mencakup tujuh ekor kuda termasuk Kuda Raja Permata yang pernah menjuarai kejurnas, Arif dan Denik masih mencari keberadaan dua rekan serombongannya, Verdi (20) dan Trala (40).

"Ini teman masih dua yang belum ketemu. Iya, 4 orang, satu mobil itu. Kemarin ada ikut kapal yang mana terus HP-nya mati.," tutur Arif.

Arif menyatakan kepasrahannya sembari menunggu kejelasan kabar mengenai keberadaan rekan-rekannya dari pihak berwenang.

"Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana teman kami. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya begitu saja," tutur Arif pasrah.

Sementara itu, Denik Rohana mengungkapkan situasi di dalam kapal ketika kepulan asap hitam mulai memenuhan ruangan.

"Alarm tidak ada tapi kalau peringatan ABK ada. Ya teriak 'kebakaran, kebakaran' terus disuruh keluar di dek depan. Sudah parah, sudah hitam semua enggak kelihatan," ungkap Denik.

Denik turut mengingat momen menegangkan tatkala ia dan suaminya harus melompat dari atas kapal yang mulai membara.

"Karena yang diinjak di atas sudah panas. Jadi mau enggak mau lompat," tambah Denik mengingat momen menegangkan tersebut.

Pasutri tersebut berhasil tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 23.00 WIB. Di tempat terpisah, penanganan terhadap puluhan korban selamat lainnya dilaporkan terus berjalan di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep.

"Setelah tiba di Masalembu dilakukan pendataan ulang kembali. Kami mendapatkan konfirmasi bahwa jumlah penumpang total adalah 62 orang, dengan rincian 58 laki-laki dan 4 perempuan," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Surabaya, Didit Hari Krinadi, seperti dilansir detikJatim.

Tim SAR gabungan mengerahkan armada kapal Basarnas untuk menjemput seluruh penumpang dari Masalembu guna dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Kapal Basarnas sedang melakukan penjemputan. Nantinya para korban dari Pulau Masalembu akan langsung dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," ujar Didit.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed