Korea Selatan Perketat Impor Sawi dan Kimchi Asal China
Pemeriksaan keamanan terhadap sawi putih impor asal China beserta produk olahan kimchi resmi diperketat oleh otoritas Korea Selatan. Langkah pengetatan ini diambil menyusul ditemukannya tindakan pemasok di China yang memakai zat karsinogenik formaldehida guna memperpanjang masa kesegaran sawi putih usai panen, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Pemerintah pusat dan daerah di Korea Selatan memperluas pengujian laboratorium serta memperketat pengawasan di pintu masuk negara. Langkah ini ditujukan untuk melacak potensi kandungan formaldehida maupun bahan berbahaya lainnya pada produk pangan impor asal China.
Wali Kota Seoul Oh Se-hoon memantau langsung proses pengujian sampel sawi putih dan kimchi di Seoul Research Institute of Public Health and Environment pada Senin.
"Kekhawatiran masyarakat terhadap bahan pangan dari China meningkat secara signifikan setelah ditemukan kasus penggunaan formaldehida pada kimchi berbahan sawi putih dari China," kata Oh, dikutip dari The Korea Times.
Pengawasan berkala dipastikan bakal ditingkatkan guna mendeteksi zat beracun seperti logam berat dan pewarna buatan pada komoditas pangan asal China.
"Kami akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pemeriksaan rutin agar masyarakat dapat merasa lebih yakin terhadap keamanan pangan," ujarnya.
Penggunaan formaldehida oleh salah satu pemasok sawi putih pascapanen terungkap di Kabupaten Kangbao, Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, China. Bahan kimia industri yang diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1 oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) ini dilarang keras digunakan pada bahan makanan karena memicu kanker pada manusia.
Pengungkapan kasus berawal dari rekaman video di media sosial China pada 22 Agustus yang menampilkan pekerja mencelupkan sawi putih ke cairan kimia sebelum dimuat ke truk. Kepolisian setempat dilaporkan telah menahan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada Minggu.
Data Korea Customs Service mencatat China menyuplai sekitar 99 persen dari total impor kimchi di Korea Selatan, dengan volume mencapai rekor 336.221 ton pada tahun lalu serta impor sawi putih segar sebanyak 20.000 ton.
Menanggapi isu tersebut, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan telah memeriksa 82 sampel kimchi dan sawi putih pada 27 Agustus. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel bebas dari formaldehida, dan penelusuran mengonfirmasi tidak ada dari 55 produsen kimchi bersertifikat HACCP di China yang mengambil pasokan sawi dari Kabupaten Kangbao.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow