Kenali 5 Kuliner Serangga Terpopuler di Asia dengan Cita Rasa Unik
Serangga telah lama menjadi bahan makanan tradisional di berbagai negara Asia, tidak hanya sebagai sumber protein yang melimpah tapi juga sebagai bagian dari warisan budaya kuliner yang unik. Di wilayah beriklim tropis, serangga mudah ditemukan dan diolah menjadi hidangan lezat yang kaya rasa.
Salah satu kuliner serangga yang terkenal adalah Beondegi dari Korea Selatan. Makanan ini menggunakan kepompong ulat sutra yang direbus atau dikukus, kemudian dibumbui dan disajikan dalam wadah kecil. Teksturnya yang lembut dan renyah berpadu dengan rasa gurih dan manis, menjadikannya camilan kaki lima yang populer. Selain itu, Beondegi juga tersedia dalam kemasan kaleng yang dapat dimasak ulang dengan berbagai bumbu.
Kuliner lain dari Korea adalah Sup Beondegi, yang berbahan dasar larva ulat sutra yang direndam dalam kecap manis dan direbus lama. Sup ini memiliki aroma khas, rasa gurih manis, dan tekstur yang unik saat disantap. Biasanya, sup ini dinikmati sebagai pelengkap minuman di pub.
Di Thailand, dikenal camilan serangga bernama Hon Mhai, yang berupa ulat sutra goreng yang dibumbui garam, merica, dan saus rahasia. Rasanya gurih dengan tekstur renyah dan sedikit pahit, serta dipercaya memiliki khasiat sebagai obat. Kuliner ini mendapat apresiasi tinggi di kalangan masyarakat setempat karena kandungan proteinnya yang tinggi.
Negara Jepang juga memiliki hidangan serangga tradisional, yakni Inago no Tsukudani. Kuliner dari wilayah pegunungan Nagano dan Fukushima ini dibuat dari belalang sawah yang dimasak dengan kecap, mirin, dan gula. Hasilnya adalah rasa renyah dengan sentuhan lembut dan sedikit aroma kacang, biasa disantap sebagai pendamping minuman seperti sake atau teh.
Thailand kembali menawarkan keunikan kuliner serangga dengan Mod Daeng, yang terbuat dari semut merah dan telurnya. Telur semut ini dianggap bernilai tinggi karena rasanya yang kaya dan kandungan gula, vitamin, serta protein yang melimpah. Olahan telur semut ini bisa digoreng, dibuat omelet, atau direbus dalam santan untuk makanan penutup tradisional.
Kuliner serangga di Asia menunjukkan bagaimana tradisi dan kekayaan alam berpadu menjadi sumber makanan yang bergizi dan memiliki cita rasa khas. Masyarakat lokal terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya mereka, sekaligus memanfaatkan potensi serangga sebagai sumber protein alternatif.
Informasi ini dikutip dari Detik Food yang mengangkat penilaian TasteAtlas terhadap hidangan serangga terbaik di Asia berdasarkan preferensi audiens.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow