Kunal Shah Resmi Memimpin WhatsApp Global Gantikan Will Cathcart

Smallest Font
Largest Font

Pendiri perusahaan rintisan asal India CRED, Kunal Shah, resmi ditunjuk menjadi kepala global platform pesan WhatsApp setelah Will Cathcart memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada Senin, 22 Juni 2026.

Perubahan kepemimpinan ini terjadi bersamaan dengan langkah Meta mengucurkan investasi sebesar 900 juta dolar AS untuk membeli sekitar 20 persen saham CRED. Dilansir dari Bloomberg, suntikan dana segar ini membuat nilai valuasi CRED mencapai 4,5 miliar dolar AS, di mana Shah akan tetap menjadi pemegang saham sementara kepemimpinan harian CRED diserahkan kepada CEO interim Miten Sampat.

Mundurnya Cathcart terjadi setelah dirinya mengelola platform pesan di bawah naungan Meta tersebut selama hampir tujuh tahun dan berhasil memperluas fungsi obrolan pribadi hingga menjangkau lebih dari tiga miliar pengguna di seluruh dunia. Cathcart sendiri selanjutnya akan beralih ke peran baru di dalam jajaran kepemimpinan Meta yang berfokus pada pengembangan produk konsumen berbasis kecerdasan buatan (AI).

Melalui unggahan di media sosial, Cathcart menjelaskan alasan pengunduran dirinya dari posisi puncak WhatsApp.

"the strongest position it's ever been" kata Will Cathcart, Mantan Kepala WhatsApp.

Ia menambahkan kondisi tersebut membuatnya merasa mantap untuk mengambil langkah baru.

"felt like the right moment to step back" ujar Will Cathcart, Mantan Kepala WhatsApp.

Menanggapi penunjukan pemimpin baru ini, pendiri Facebook sekaligus CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan pujian terhadap rekam jejak Shah yang dinilai berhasil membangun salah satu perusahaan teknologi paling penting di India melalui CRED.

"brings the kind of builder mentality and global perspective that will serve him well in running the world's biggest messaging app" kata Mark Zuckerberg, CEO Meta.

Zuckerberg juga menegaskan ambisi jangka panjangnya untuk pertumbuhan platform pesan tersebut di masa depan.

"I look forward to working with Kunal to continue to make WhatsApp the best service for billions of people and millions of businesses" ujar Mark Zuckerberg, CEO Meta.

Di sisi lain, Shah mencatatkan dirinya sebagai figur unik dalam ekosistem perusahaan rintisan teknologi karena latar belakang pendidikannya di bidang filsafat, bukan bidang sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM). Akibat kebangkrutan keluarga, ia sempat bekerja sebagai kurir pengantar barang dan operator entri data demi membiayai kuliah filsafat di Wilson College, Mumbai, karena jadwal kelasnya yang fleksibel dari jam 8 hingga 10 pagi.

Mengenai identitas kewirausahaannya yang berbeda tersebut, Shah sempat menyampaikan pandangannya kepada majalah Forbes.

"I'm an unusual tech founder from one of the unicorn companies" kata Kunal Shah, Kepala Global WhatsApp.

Ia menegaskan statusnya sebagai satu-satunya pendiri di kelompok tersebut yang tidak memiliki latar belakang pendidikan STEM.

"I'm the only non-STEM founder" ujar Kunal Shah, Kepala Global WhatsApp.

Shah menilai bahwa disiplin ilmu filsafat yang didalaminya memberikan fondasi penting dalam membangun strategi bisnis berbasis keingintahuan.

"Most people think of philosophy as some random thing" kata Kunal Shah, Kepala Global WhatsApp.

Baginya, inti dari ilmu tersebut adalah kecintaan terhadap pengetahuan yang membantunya menghubungkan berbagai konsep dalam setiap bisnis yang ia bangun.

"But at the core, philosophy is nothing but a love for knowledge. And it allows you to go into many places and connect the dots. That's what I like doing. All the businesses I've built are manifestations of all the dots I've managed to connect in my head." ujar Kunal Shah, Kepala Global WhatsApp.

Terkait integrasi antara Meta dan CRED, Shah memberikan kepastian mengenai perlindungan privasi data para pengguna layanan finansial miliknya setelah adanya investasi dari Meta.

"no access to member data" kata Kunal Shah, Kepala Global WhatsApp.

Langkah perombakan manajemen ini dilakukan Meta di tengah upaya memperkuat penetrasi WhatsApp di India yang menjadi pasar terbesarnya. Berdasarkan laporan Rediff, pengangkatan Shah ini sekaligus memperpanjang daftar eksekutif asal India yang memimpin perusahaan teknologi global, mengikuti jejak Satya Nadella di Microsoft, Sundar Pichai di Alphabet, Asha Sharma di Microsoft Gaming, dan Rahul Patil di Anthropic.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed