Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar Tembus Rp17900 pada Akhir Mei 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah bergerak melesat hingga menembus level Rp17.900 di sejumlah bank papan atas tanah air pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026. Lonjakan ini dipicu oleh tren pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang pekan terakhir bulan Mei.

Kondisi pasar valuta asing saat ini mencerminkan tekanan hebat terhadap mata uang garuda di tengah kebijakan moneter global dan domestik. Lonjakan harga jual fx di perbankan nasional pun memicu pertanyaan di kalangan awam mengenai "1 dolar berapa rupiah sekarang" karena angka di papan kurs terus merangkak naik.

Berdasarkan data transaksi akhir pekan yang dihimpun dari perbankan, empat bank besar milik pemerintah dan swasta yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menetapkan kurs jual dolar AS yang bervariasi mulai dari Rp17.800 hingga bertengger di atas Rp17.900.

Pelemahan rupiah terlihat jelas pada transaksi mata uang fisik atau bank note yang diterbitkan oleh masing-masing institusi keuangan. Bank Indonesia sendiri dalam kurs tengah atau Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) telah menetapkan nilai tukar 1 USD sebesar Rp17.789,00, sementara harga jual dipatok di angka Rp17.877,94.

Di tingkat perbankan komersial, para nasabah yang ingin menukarkan valuta asing harus bersiap menghadapi harga beli yang tinggi. Berikut adalah rincian data kurs bank note dolar AS pada beberapa bank utama serta pedagang valuta asing (money changer) resmi:

Daftar Kurs Jual dan Beli Dolar AS Terhadap Rupiah per Akhir Mei 2026
Nama Institusi / BankHarga Jual (Rp)Harga Beli (Rp)
Bank Central Asia (BCA)17.895,0017.645,00
Bank Mandiri17.890,0017.590,00
Bank Negara Indonesia (BNI)17.890,0017.800,00
Bank Rakyat Indonesia (BRI)17.910,0017.620,00
VIP Money Changer17.890,0017.860,00
GMC Money Changer17.865,0017.835,00

Data di atas memperlihatkan tingkat spread atau selisih antara harga jual dan beli yang cukup lebar di beberapa perbankan. BCA misalnya mematok harga jual di Rp17.895,00 dengan harga beli Rp17.645,00, sedangkan BRI menembus batas psikologis baru dengan harga jual mendekati angka Rp17.910,00.

Adu Laba 2025 BCA BRI Mandiri dan BNI Siapa Paling Cuan | Bisniscom

Pemicu Utama dan Dampak ke Sektor Riil

Situasi pergerakan nilai tukar rupiah ini tidak lepas dari kebijakan pengetatan moneter yang agresif. Bank Indonesia sebelumnya telah mengambil langkah antisipatif dengan menaikkan suku bunga acuan BI-Rate menjadi 5,25 persen guna meredam laju penguatan dolar AS sekaligus menjaga stabilitas moneter dalam negeri.

Kendati otoritas moneter telah mengintervensi pasar, rupiah terpantau bergerak di atas Rp17.880 per dolar AS pada penutupan perdagangan pekan ini, merosot cukup tajam dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya. Fenomena rupiah melemah ini mulai memicu kekhawatiran meluas di kalangan masyarakat dan pelaku usaha sektor riil.

Masyarakat mulai mempertanyakan perihal "mengapa nilai tukar rupiah turun" di saat kondisi ekonomi domestik dirasa cukup stabil. Tekanan eksternal dari tingginya suku bunga bank sentral AS (The Fed) disinyalir menjadi magnet kuat yang menarik modal keluar dari pasar negara berkembang.

Imbas nyata dari kondisi ini mulai merembet ke sektor logistik dan impor barang pokok. Distribusi barang baku industri yang mengandalkan komponen luar negeri otomatis membengkak, sehingga memicu pertanyaan berantai di pasar seperti "kenapa harga sembako naik" dalam beberapa waktu terakhir.

Imbauan Terhadap Transaksi Valas

Kenaikan harga dolar ini diprediksi masih akan memengaruhi minat investasi dan transaksi remitansi masyarakat. Sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan adanya "dampak dolar naik bagi masyarakat" secara tidak langsung, terutama melalui jalur inflasi barang-barang impor (imported inflation) yang berpotensi menaikkan biaya hidup harian.

Informasi nilai tukar ini bersifat referensi data pasar terupdate dan dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global. Hubungi kantor cabang bank terdekat untuk mendapatkan kepastian nilai transaksi valas Anda secara real-time.

Hingga penutupan kuartal kedua tahun ini, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan sangat bergantung pada rilis data inflasi Amerika Serikat serta langkah lanjutan dari Bank Indonesia dalam mengelola cadangan devisa negara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed