Kurs Dollar AS di Bank Mandiri Menembus Rp17.922 per Dollar

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di Bank Mandiri terpantau bertengger di level Rp17.922 per dollar AS pada posisi perdagangan akhir pekan, Minggu (28/6/2026). Tren penguatan dollar AS terhadap mata uang Garuda terus terjadi di tengah fluktuasi pasar keuangan global dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data terkini dari perbankan dan pasar spot, pergerakan nilai tukar menunjukkan tekanan yang dinamis bagi rupiah. Pergerakan angka kurs dollar ke rupiah terbaru ini menjadi perhatian pelaku ekonomi mengingat posisinya yang masih bertengger di level tinggi.

Sebelumnya, pada perdagangan yang tercatat pada Sabtu (27/6/2026) pukul 10.08 WIB, nilai tukar rupiah berada di angka Rp17.922 per dollar AS berdasarkan laporan Kompas. Kondisi ini mencerminkan kelanjutan dari tren penutupan pasar di akhir pekan yang belum mengalami perubahan signifikan hingga hari ini.

Masyarakat yang ingin melakukan transaksi valuta asing perlu memperhatikan perbedaan mekanisme kurs yang disediakan oleh perbankan. Secara umum, bank membagi transaksi ke dalam beberapa kategori seperti Telegraphic Transfer (TT) Counter dan Bank Notes.

Pengertian Mekanisme Kurs Bank

Bagi nasabah yang belum memahami "apa itu tt counter dan bank notes di bank", kedua istilah tersebut merujuk pada metode penukaran uang. TT Counter digunakan untuk transaksi non-fisik atau transfer elektronik antar-rekening, sedangkan Bank Notes berlaku untuk transaksi uang kertas asing secara fisik.

Pergerakan harga ini berjalan beriringan dengan pelemahan instrumen investasi domestik lainnya. Selain tekanan pada mata uang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal juga mengalami koreksi sebesar 1,72 persen menuju level 5.896,13.

Perbandingan Performa Historis Nilai Tukar

Jika menilik ke belakang, tekanan terhadap rupiah sejatinya sempat lebih tinggi pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (26/6/2026) pukul 11.07 WIB, rupiah sempat melemah hingga menyentuh angka Rp17.990 per dollar AS.

Data Bloomberg pada periode yang sama bahkan menunjukkan dollar AS sempat mencapai Rp17.978 dan bergerak naik sejak pembukaan pagi. Kondisi tersebut memicu pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai "kenapa harga dolar naik terus" dalam beberapa waktu terakhir.

Meskipun demikian, intervensi pasar sempat membawa sentimen positif jangka pendek. Berdasarkan data Marketwatch pada pukul 14.48 WIB di hari Jumat tersebut, rupiah terpantau menguat 0,27 persen atau naik 49 poin ke level Rp17.921 per dollar AS setelah pada hari Kamis (25/6/2026) ditutup menguat tipis 0,05 persen di posisi Rp17.943.

Berikut adalah tabel kilas balik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berdasarkan data perdagangan harian terdekat:

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah per Dollar AS
Tanggal ReferensiWaktu PemantauanNilai Tukar (Rp)Sumber Data
25 Juni 2026Penutupan Pasar17.943Marketwatch
26 Juni 202611.07 WIB17.990Kompas
26 Juni 202614.48 WIB17.921Marketwatch
27 Juni 202610.08 WIB17.922Kompas

Kondisi Makroekonomi dan Likuiditas Domestik

BANK MANDIRI PREDIKSI NILAI TUKAR RUPIAH DI Rp14.200 PER USD AKHIR 2019 | IDX Channel Insight

Di sisi lain, fundamental ekonomi dalam negeri sebenarnya menunjukkan indikator yang cukup solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 berhasil mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,61 persen.

Selain pertumbuhan yang positif, ketahanan eksternal Indonesia juga ditopang oleh posisi cadangan devisa yang kuat. Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa berada di level US$144,9 miliar per akhir Mei 2026, yang menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dari volatilitas global.

Harga valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar finansial global dan domestik. Beritransaksi secara bijak dan pantau informasi kurs resmi secara berkala langsung melalui sistem perbankan.

Guna menjaga likuiditas di industri perbankan nasional agar tetap longgar, pemerintah juga terus memantau kecukupan dana di pasar. Langkah-langkah strategis di sektor likuiditas ini diharapkan mampu menopang daya tahan perbankan dalam menghadapi dinamika pasar valas ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed