Laba Bersih Alamtri Resources Melonjak 76 Persen pada Semester I-2026
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan perolehan laba bersih sebesar USD309,36 juta pada semester I-2026. Capaian tersebut mencatatkan lonjakan hingga 76,83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar USD174,94 juta.
Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 16,51 persen menjadi USD999,24 juta dari sebelumnya USD857,69 juta. Segmen pertambangan menjadi kontributor utama pendapatan dengan menyumbang USD581,80 juta, diikuti segmen jasa pengolahan pertambangan sebesar USD470,81 juta, serta lini usaha lainnya senilai USD28,87 juta.
Secara rincian operasional, penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga mencapai USD370,26 juta yang terbagi untuk pasar domestik sebesar USD244,94 juta dan pasar ekspor sebesar USD125,32 juta. Sementara itu, penjualan kepada pihak berelasi tercatat menyumbang sebesar USD210,12 juta.
Lonjakan laba bersih perseroan juga didukung oleh langkah rasionalisasi biaya operasional. Kenaikan beban pokok pendapatan berhasil ditekan hingga hanya tumbuh 0,55 persen menjadi USD576,55 juta. Di sisi lain, total beban usaha perseroan sukses dipangkas sebesar 3,31 persen dari USD60,34 juta menjadi USD58,34 juta, sehingga laba kotor perusahaan terangkat 48,69 persen menjadi USD422,68 juta.
Hingga Juni 2026, total aset ADRO melonjak menjadi USD7,8 miliar dari posisi sebelumnya USD6,81 miliar seiring bertambahnya persediaan persediaan aluminium ingot dan aset tetap. Jumlah liabilitas perseroan naik menjadi USD2,68 miliar akibat sewa baru peralatan dan bangunan, sedangkan total ekuitas mencapai USD5,13 miliar seiring penarikan fasilitas pinjaman pembiayaan smelter aluminium.
Pengembangan lini industri aluminium juga menjadi fokus transformasi anak usahanya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Bloomberg Intelligence memperkirakan defisit pasokan aluminium global dapat menyentuh rekor 2,2 juta ton pada 2026, yang menjadi momentum positif bagi penambahan kapasitas produksi smelter perseroan.
Analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti memberikan pandangannya terkait prospek restrukturisasi bisnis dan arah pergerakan entitas anak usaha tersebut.
"ADMR memiliki potensi re-rating yang bersifat struktural dan berlangsung dalam beberapa tahun, seiring kontribusi aluminium yang semakin besar terhadap bisnis perusahaan," tulis Atikah dalam laporan risetnya.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahunan majemuk (CAGR) sebesar 24 persen pada periode 2025 hingga 2030 dengan nilai mencapai US$ 793,5 juta. Berdasarkan analisis metode sum of the parts (SOTP), target harga saham ADMR ditetapkan pada level Rp 2.100 per saham dengan rekomendasi beli.
Penguatan kinerja keuangan ini turut mendorong pergerakan harga saham grup perseroan di bursa domestik secara year to date (YtD), di mana saham AADI mencatatkan penguatan 46,95 persen, disusul ADRO sebesar 45,30 persen, dan ADMR sebesar 7,69 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow