Laba Bersih GoTo Melonjak Menjadi Rp252 Miliar pada Kuartal II-2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026 pada Rabu (29/7/2026). Capaian tersebut mencatatkan kenaikan 47 persen secara kuartalan sekaligus membalikkan posisi dari rugi pada periode tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pesat pada sektor layanan keuangan menjadi pendorong utama lonjakan kinerja perseroan. Lini bisnis Financial Technology (Fintech) mencatatkan kenaikan pendapatan bersih 53 persen secara tahunan hingga melampaui Rp2 triliun, dengan adjusted EBITDA mencapai Rp481 miliar atau melonjak 447 persen secara tahunan.
Pencapaian profitabilitas sektor Fintech ini berhasil mengungguli capaian lini bisnis On-demand Services (ODS) untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Sementara itu, pendapatan bersih bisnis ODS menembus Rp3,6 triliun dengan adjusted EBITDA naik 41 persen menjadi Rp464 miliar.
Perbaikan margin terus berlanjut pada segmen delivery dan mobility. Margin segmen delivery naik menjadi 2,1 persen dari sebelumnya 1,8 persen, sedangkan segmen mobility meningkat menjadi 5,0 persen dari posisi 3,0 persen pada periode tahun lalu.
Lonjakan EBITDA Grup yang disesuaikan secara keseluruhan kini telah melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya," ujar CEO GoTo, Hans Patuwo.
Manajemen GOTO turut memberikan pembaruan terkait implementasi kebijakan penyesuaian komisi aplikasi ojek online roda dua menjadi 8 persen yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026.
"Meski penyesuaian ini tidak mudah, kami percaya dampaknya dapat kami kelola dengan baik," jelas Hans Patuwo.
Seiring masuknya aturan komisi baru tersebut, manajemen menyesuaikan target adjusted EBITDA setahun penuh. Target bisnis Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7–1,8 triliun, sedangkan target ODS disesuaikan menjadi Rp1,4–1,5 triliun, dengan target adjusted EBITDA Grup tetap di kisaran Rp3,2–3,4 triliun.
Kinerja keuangan yang positif ini sejalan dengan pandangan mayoritas analis pasar modal. Konsensus Bloomberg mencatat 77 persen atau sebanyak 24 perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan rata-rata target harga Rp80 per saham.
Analis Equity Research OCBC Sekuritas, Gani, menilai perbaikan fundamental perseroan menjaga daya tarik saham GOTO di tengah pergerakan harga yang berada di level Rp50 per saham.
"Konsensus analis sekarang memang masih condong ke buy, karena selain fundamental juga harga sudah di level Rp 50 per saham, risiko penurunan juga sangat rendah," jelas Gani.
Ia menambahkan bahwa pencapaian kinerja pada kuartal II-2026 menjadi pembuktian krusial bagi investor terkait konsistensi profitabilitas perseroan sebelum dampak penuh dari kebijakan komisi ojek online tercermin.
"Momentum earnings kuartal II sangat penting bagi investor tentang konsistensi profitabilitas GOTO sebelum dampak komisi ojol 8% dirasakan. Di sisi lain, pasar berharap mendapat kejelasan tentang seberapa besar dampak kebijakan komisi yang baru terhadap kinerja GOTO," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow