Laba Bersih PT Timah Melonjak 805 Persen Pada Semester I-2026
PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun pada semester I-2026, melonjak 805 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 sebesar Rp1,61 triliun, sehingga perseroan memutuskan untuk merancang perubahan target kepada pemegang saham dalam public expose pada Kamis (10/9/2026).
Lonjakan laba bersih produsen timah pelat merah tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 147 persen secara tahunan menjadi Rp10,42 triliun, dari sebelumnya Rp4,22 triliun pada semester I-2025. Selain itu, perseroan mencatat capaian EBITDA sebesar Rp3,9 triliun atau naik 363 persen, sementara arus kas operasional melonjak 608 persen menjadi Rp3,3 triliun.
Direktur Keuangan TINS Fina Eliani menjelaskan bahwa realisasi keuangan sepanjang paruh pertama telah jauh melampaui asumsi proyeksi tahunan yang disetujui pemegang saham.
"Namun sebagaimana kita ketahui bahwa sampai dengan semester 1 dari sisi kinerja keuangan sudah terlampaui. Oleh karena itu PT Timah saat ini sedang mengajukan rencana kerja RKAP perubahan kepada pemegang saham," kata Fina Eliani, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko TINS.
Besaran target baru operasional maupun keuangan masih menunggu keputusan pemegang saham. Fina menambahkan bahwa pendapatan hingga Juni 2026 tersebut sudah memenuhi 67 persen dari target RKAP 2026 awal yang dipatok sebesar Rp15,4 triliun.
"Pendapatan semester I 2026 mencapai Rp10,4 triliun dan sudah mencapai 67% dari target RKAP. EBITDA Rp3,9 triliun dan laba bersih Rp2,7 triliun juga telah melampaui target RKAP 2026," kata Fina Eliani, Direktur Keuangan TINS.
Pertumbuhan kinerja keuangan TINS turut disokong ekspansi ekspor logam timah, di mana 97 persen dari total penjualan dipasarkan ke luar negeri. Kawasan Asia mendominasi 75 persen pangsa ekspor, disusul Eropa sebesar 19 persen dan Amerika sebesar 3 persen.
Direktur Produksi & Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra memaparkan langkah strategis penambahan armada tambang laut dan perluasan pasar ekspor baru seperti Filipina serta Inggris pada tahun ini.
"Dimulai bulan Juli dan Agustus ada tambahan empat unit kapal isap produksi dan tentu ini untuk mengejar ketercapaian sampai akhir tahun 2026," kata Ilhamsyah Mahendra, Direktur Produksi & Komersial TINS.
Di tingkat global, porsi penjualan di pasar India meningkat signifikan dari 5 persen menjadi 12 persen seiring pertumbuhan industri semikonduktor dan seluler di kawasan Noida.
"Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan," kata Ilhamsyah Mahendra, Direktur Produksi dan Komersial PT Timah.
Ilhamsyah juga menyinggung kenaikan kontribusi pasar utama serta strategi perluasan bisnis perseroan ke wilayah baru secara berkala.
"Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5 persen, tahun ini tumbuh 12 persen," ujar Ilhamsyah Mahendra, Direktur Produksi dan Komersial PT Timah.
Untuk jangka panjang, perseroan membidik kawasan Timur Tengah sebagai target perluasan pasar ekspor berikutnya pada tahun mendatang.
"Dan tentu Middle East menjadi pasar, target kita di tahun depan 2027," ujar Ilhamsyah Mahendra, Direktur Produksi dan Komersial PT Timah.
Penguatan operasional ini berlangsung di tengah defisit pasokan timah dunia sebesar 3 persen pada semester I-2026, dengan total konsumsi global mencapai 179,3 ribu ton dibanding produksi sebesar 173,6 ribu ton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow