Lini Belakang Manchester United Mengkhawatirkan pada Awal Musim 2026/2027
Pertahanan Manchester United menjadi masalah mendesak pada awal kompetisi Liga Inggris 2026/2027. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, tim berjuluk Setan Merah tersebut konsisten kemasukan minimal dua gol dalam tiga pertandingan pembuka mereka.
Kondisi ini terbilang langka bagi klub sebesar Manchester United. Sebelum mencatatkan tren negatif musim ini, catatan serupa terakhir kali menimpa mereka pada musim 2020/2021, serta musim 1972/1973 yang terjadi lebih dari setengah abad lalu.
Perjalanan awal musim Manchester United ditandai kekalahan 0-2 dari Hull City pada laga perdana. Skuad Setan Merah sempat bangkit dengan memetik kemenangan 5-2 atas Ipswich Town, meski gawang mereka tetap kebobolan dua kali.
Rapuhnya pertahanan kembali terlihat saat menghadapi Everton pada Minggu (6/9/2026). Sempat memimpin pertandingan, kemenangan Manchester United sirna setelah Everton mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 sehingga laga berakhir 2-2.
Rangkaian hasil tersebut menempatkan Manchester United sebagai tim yang selalu kebobolan dua gol di setiap tiga laga pertama kompetisi musim ini.
Dalam sejarah era Premier League, rekor buruk serupa hanya pernah terjadi pada musim 2020/2021 saat tim masih ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Kala itu, gawang Manchester United dibobol lawan sebanyak 11 kali hanya dalam tiga pertandingan awal.
Pada periode tersebut, mereka kalah 1-3 dari Crystal Palace, menang 3-2 atas Brighton and Hove Albion, lalu kalah telak 1-6 dari Tottenham Hotspur.
Jauh sebelum itu, tren buruk serupa terjadi pada musim 1972/1973. Manchester United mengawali musim dengan tiga kekalahan beruntun, yakni dari Ipswich Town 1-2, Liverpool 0-2, dan Everton 0-2.
Musim 1972/1973 menjadi salah satu periode paling kelam bagi klub. Saat itu, Bobby Charlton dan Denis Law memainkan musim terakhirnya, George Best mendekati akhir karier, serta pelatih Frank O'Farrell dipecat saat musim baru berjalan empat bulan.
Evaluasi Momen Kecil di Pertahanan
Michael Carrick mengakui adanya kelemahan di barisan belakang yang harus segera dibenahi. Ia menilai masalah tersebut dipicu oleh kegagalan mengantisipasi momen-momen kecil di lapangan.
Menurut Carrick, penyebab kebobolan tidak berasal dari satu masalah spesifik semata. Ketika menghadapi Hull City, situasi bola mati menjadi area yang terbukti perlu diperbaiki.
Tingginya jumlah gol yang masuk ke gawang Manchester United memberikan tekanan tambahan bagi lini serang. Para pemain depan dituntut bekerja ekstra keras untuk mencetak lebih banyak gol guna mengamankan kemenangan.
Target Mengurangi Angka Kebobolan
Pada musim sebelumnya, Manchester United mampu mengemas 69 gol di Liga Inggris, hanya berselisih dua gol dari Arsenal yang mengumpulkan 71 gol. Namun, perbedaan mencolok terlihat pada catatan pertahanan, di mana Arsenal hanya kemasukan 27 gol sementara Setan Merah kebobolan 50 gol.
Carrick menegaskan pentingnya menekan jumlah kebobolan demi memperbesar peluang memenangi pertandingan.
"Semangat itu ada. Itu dua tendangan yang sangat bagus dari jarak jauh dari sisi Everton. Terkadang bola seperti itu memang masuk ke pojok atas, meski lebih sering tidak. Namun, tentu saja kami tidak bisa mengabaikannya," kata Carrick.
"Kami harus lebih sedikit kebobolan agar punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan. Ada beberapa hal yang harus kami perbaiki sebagai sebuah tim," ujar Carrick.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow