Lion Group Batalkan Penerbangan Jakarta Dampak Abu Gunung Anak Krakatau
Erupsi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan operasional penerbangan Lion Group dari dan menuju Jakarta hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB. Langkah ini menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, dilansir dari Detik Travel.
Penghentian penerbangan sementara tersebut dilakukan berlandaskan perpanjangan status penutupan kedua bandara melalui Notice to Airmen (NOTAM) oleh otoritas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta ditutup melalui NOTAM A3373/26, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma melalui NOTAM A3372/26.
Grup maskapai yang menaungi Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air ini menegaskan komitmennya untuk mematuhi arahan pengelola bandara demi keselamatan penumpang.
"Maskapai memilih tidak mengoperasikan penerbangan selama kondisi belum dinyatakan aman, mengingat abu vulkanik dapat memengaruhi keselamatan penerbangan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro.
Bahaya partikel abu vulkanik di udara dapat berakibat fatal pada performa mesin pesawat, memperpendek jarak pandang, serta mengganggu keamanan jalur udara yang dilintasi. Selain mengancam operasional navigasi penerbangan, sebaran abu tersebut juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
Perubahan arah angin, aktivitas erupsi gunung, dan kondisi cuaca membuat sebaran abu vulkanik di area penerbangan berlangsung sangat dinamis. Pihak maskapai akan terus memperbarui skema operasional mengikuti petunjuk resmi instansi berwenang.
Penumpang yang terdampak penutupan jalur ini difasilitasi dengan opsi perubahan jadwal terbang (reschedule) maupun pengembalian dana tiket (refund). Selain itu, calon penumpang diminta mewaspadai aksi penipuan dan mengacu pada kanal resmi maskapai.
"Hingga saat ini, Lion Group terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan pihak terkait sambil memantau perkembangan kondisi abu vulkanik sebelum operasional penerbangan kembali dibuka secara normal," ujar Danang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow