Bandara Soekarno Hatta Beroperasi Kembali Usai Erupsi Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dini hari setelah sempat ditutup total selama dua hari akibat dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penutupan sementara yang berlangsung sejak Minggu (6/9/2026) tersebut memicu pembatalan serta penundaan penerbangan domestik maupun internasional, hingga menimbulkan penumpukan penumpang dan penyesuaian rotasi armada maskapai.

Erupsi Gunung Anak Krakatau merusak jadwal perjalanan publik figur Raditya Dika yang sedang terbang dari New York menuju Jakarta via Doha pada Sabtu (5/9/2026).

"New York ke Doha aman. Doha ke Jakarta, di atas Sri Lanka, pesawat muter balik karena erupsi gunung. Bandara Jakarta ditutup," tulis Raditya Dika, publik figur.

Setibanya di Singapura untuk mencari rute penerbangan alternatif, Raditya sempat tertahan karena kehabisan tiket menuju Indonesia sebelum akhirnya mendapatkan penerbangan pulang pascabandara dibuka kembali.

"Setelah beberapa hari pegel ngunyah es krim uncle, akhirnya dapat info kalau Bandara Jakarta dibuka," tulis Raditya Dika, publik figur.

Setelah memastikan adanya jadwal penerbangan langsung ke Jakarta pada Selasa dini hari, ia dapat kembali ke tanah air.

"Langsung cus beli tiket. Dan akhirnya.. Odysseus menemukan jalan pulang," tulis Raditya Dika, publik figur.

Dampak penutupan jalur udara ini juga dirasakan oleh calon tenaga kerja wanita asal Indonesia, Mulyani, yang perjalanannya menuju Taiwan tertunda selama dua hari.

"(Perjalanan tertunda) dua hari, dari tanggal 6 sampai tanggal 7," kata Mulyani, calon tenaga kerja wanita.

Mulyani menyampaikan kelegaannya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta usai kepastian jadwal keberangkatannya didapatkan.

"(Perasaannya) seneng banget sih, ini kan yang ditunggu-tunggu kita calon-calon TKW ya, sama TKL," kata Mulyani, calon tenaga kerja wanita.

Selain penumpang domestik, warga negara Hong Kong bernama Mark juga mengalami penundaan jadwal penerbangan dari hari Minggu hingga Selasa.

"Jadi kami berencana terbang pada hari Minggu, tapi sekarang kami harus tinggal sampai hari Selasa," kata Mark, warga negara Hong Kong.

Mark menerima penundaan tersebut karena memahami bahwa gangguan penerbangan dipicu oleh faktor alamiah.

"Ya, sangat, sangat lega bisa terbang hari ini. Ini bukan... ini bukan salah siapa-siapa. Ini hanya kejadian alam, jadi ya, kami hanya menunggu sampai kami bisa mendapatkan penerbangan dan tidak ada hal lain yang bisa kami lakukan," kata Mark, warga negara Hong Kong.

Pengalaman serupa dirasakan Mariyati (50), warga Lampung yang terdampar selama hampir empat hari di area bandara bersama anak dan cucunya saat transit menuju Kalimantan.

"Di sini sudah mau empat hari, dari Sabtu malam saya berangkat, sampai sini (Bandara Soetta) jam 02.00 WIB subuh," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Mariyati membeberkan keputusannya bertahan di dalam terminal lantaran keterbatasan akses dan kekhawatiran akan tingginya biaya penginapan.

"Nunggu di bandara ini saja. Ya duduk-duduk, sampai bosan, sampai kesal rasanya hati saya," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Ia enggan keluar dari kawasan bandara lantaran belum mengenal wilayah sekitar Tangerang.

"Nggak tahu, saya baru kali ini ke sini jadi nggak tahu mau menginap di mana. Di sini saja di bandara paling mudah," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Rasa cemas terus menyelimuti Mariyati selama menunggu kepastian operasional armada dibuka kembali.

"Aduh, rasanya deg-degan. Kapan bisanya? Bisa enggak berangkatnya, kata saya. Nanti dibatalkan lagi kata saya, sudah capek," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Persoalan pemenuhan makanan sehari-hari juga dialami oleh Mariyati akibat mahalnya harga konsumsi di dalam terminal.

"Pertamanya ya saya enggak makan, diam saja di sini, kalau di sini mahal. Ya enggak ada nasi seperti yang biasa. Makanannya cuma bakso, es saja, roti. Mahal-mahal lagi ya," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Anak Mariyati akhirnya mendapat bantuan dari personel kepolisian bandara yang mengantarnya membeli makanan di luar terminal.

"Anak saya kan cari-cari nasi, kecapekan, enggak ketemu. Jadi duduk-duduk dia merokok. Terus ditanya sama polisi, 'Sudah makan belum?

Kenapa belum makan? Sudah ikut saya saja, saya antar,' kata polisinya," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Mariyati akhirnya dijadwalkan terbang menuju Kalimantan pada Selasa siang pukul 13.00 WIB.

"Jam 13.00 WIB ini, alhamdulillah sudah pasti bisa. Mudah-mudahanlah, jadi berangkat hari ini. Enggak ada abu vulkanik lagi, jangan, alhamdulillah," kata Mariyati, penumpang transit asal Lampung.

Manajemen penerbangan Lion Group mengonfirmasi bahwa pemulihan operasional armada dilakukan secara bertahap demi menjamin keselamatan penerbangan.

"Pembukaan penerbangan dilakukan secara bertahap karena kondisi setiap penerbangan perlu dinilai berdasarkan perkembangan abu vulkanik dan kesiapan operasional," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Group.

Pengelola bandara menjelaskan bahwa keterlambatan penerbangan yang masih terjadi pada Selasa sore diakibatkan oleh proses penyesuaian teknis dan rotasi pesawat dari masing-masing maskapai.

"Delay itu karena beberapa persiapan maskapai ya, antara lain mereka memastikan aircraft-nya itu aman untuk digunakan. Mereka kan harus melakukan perputaran pesawat, rotasi aircraft-nya, kemudian menyiapkan krunya," kata Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Yudistiawan menegaskan bahwa penutupan total operasional penerbangan akibat abu vulkanik merupakan peristiwa perdana dalam sejarah pengoperasian Bandara Soekarno-Hatta.

"Iya, baru pertama kali. Baru ini kejadian, bandara harus tutup," kata Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Peristiwa ini memberikan dampak operasional yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan masa pembatasan mobilitas saat pandemi Covid-19.

"Covid itu tidak tutup loh, cuma berkurang saja frekuensinya, kan. Kalau ini kan tutup," kata Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ia menyampaikannya saat ditemui awak media di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa sore.

"Kami berharap tidak lama, karena ini proses penyesuaian ya. Karena kan peristiwa ini belum pernah terjadi," kata Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Di Jawa Tengah, pemerintah daerah menyiapkan rute penerbangan alternatif guna mengantisipasi gangguan mobilisasi peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Wonosobo.

"Untuk gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik, alhamdulillah hari ini sudah dibuka," kata Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin koordinasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk menyiapkan rute penunjang jika penutupan insidental kembali terjadi.

"Kemarin saya sudah menyampaikan kepada Garuda juga, kalau memang nanti ada penutupan yang sifatnya insidental, kita nanti akan bikin rute yang senyaman mungkin untuk kafilah," kata Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Taj Yasin menyebutkan terdapat sekitar 10 provinsi yang rute penerbangannya terdampak akibat penutupan transit di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang," kata Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Kerja sama dengan Garuda Indonesia juga mencakup insentif harga tiket bagi seluruh rombongan kafilah yang akan bertanding.

"Kami ucapkan terima kasih, dan ada penambahan satu flight Garuda ke Jawa Tengah," kata Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Pembersihan seluruh fasilitas utama bandara meliputi landasan pacu, taxiway, dan apron dari abu vulkanik telah rampung dilakukan oleh petugas sebelum operasional dibuka penuh.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed