Liverpool Buru Yan Diomande dengan Tawaran Fantastis
Klub Liga Inggris Liverpool dilaporkan semakin agresif dalam mengejar tanda tangan penyerang sayap muda RB Leipzig, Yan Diomande, setelah mengajukan tawaran pembuka senilai 86,8 juta poundsterling yang sempat ditolak oleh klub Jerman tersebut.
Pemain berusia 19 tahun asal Pantai Gading itu menarik perhatian setelah tampil impresif di Piala Dunia 2026, dengan mencatatkan 12 gol dan sembilan asis sepanjang musim lalu di Bundesliga bersama RB Leipzig.
Mantan manajer Liverpool yang kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull, Jurgen Klopp, memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan penyerang muda tersebut saat menjadi analis Piala Dunia untuk Magenta TV Jerman pada Sabtu malam.
"Diomande is one of the best wingers in the world right now," kata Jurgen Klopp, Kepala Sepak Bola Global Red Bull.
Klopp menambahkan bahwa kemampuan individu pemain Pantai Gading tersebut sangat sulit dihentikan oleh barisan pertahanan lawan dalam pertandingan.
"He is unstoppable in one-on-one situations. Nobody defends Diomande for 90 minutes," ujar Jurgen Klopp, Kepala Sepak Bola Global Red Bull.
Pihak RB Leipzig sendiri dilaporkan mematok harga antara 104 juta hingga 112 juta poundsterling untuk pemain yang mereka beli seharga 17 juta poundsterling dari Leganes tersebut.
Diomande sempat menyatakan kebahagiaannya di Jerman saat pertama kali bergabung dengan manajemen Leipzig.
"I'm very happy that my future is in Leipzig," kata Yan Diomande, Pemain RB Leipzig.
Ia menilai klub Jerman itu merupakan tempat yang ideal bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sepak bola mereka ke tingkat tertinggi.
"There are enough examples to show that this club is the perfect place for young players to develop at a high level. The bosses want to play fast-paced, attacking football - that's ideal for my skills," ujar Yan Diomande, Pemain RB Leipzig.
Namun, setelah pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Ekuador pada 15 Juni, Diomande mulai membuka peluang untuk berkarier di kompetisi Premier League Inggris.
"Would I be open to the Premier League? I don't know," kata Yan Diomande, Pemain RB Leipzig.
Ia menyerahkan urusan masa depannya kepada pihak agen, sementara dirinya memilih fokus membela tim nasional di turnamen empat tahunan tersebut.
"I am an RB Leipzig player, but why not? My agents will sort that out. As for me I am more focused on the World Cup, that's the most important thing. It doesn't happen all the time, it's only every four years, so I am making the most of it and for the rest, we'll see," ujar Yan Diomande, Pemain RB Leipzig.
Di sisi lain, pengamat sepak bola Sky Sports, Jay Bothroyd, mengingatkan Liverpool agar tidak membayar terlalu mahal di atas 100 juta poundsterling untuk pemain yang dinilainya belum masuk jajaran terbaik dunia.
"I'm not paying £112m for him. There’s no doubt about it, he’s a very good player, but £112m? That would describe you as one of the world’s best wingers; I’m not sure he is," kata Jay Bothroyd, Pengamat Sky Sports.
Bothroyd menilai angka 86 juta poundsterling merupakan nilai yang adil bagi Liverpool untuk memproyeksikan sang pemain sebagai suksesor Mohamed Salah.
"If it is £86m, I think that’s a good valuation for Liverpool. I think that’s a fair valuation. Going above that, though, I can’t see that, and I don't think it would be good value for money," ujar Jay Bothroyd, Pengamat Sky Sports.
Ia menegaskan bahwa pengeluaran dana sebesar itu seharusnya diperuntukkan bagi pemain yang sudah berada di level puncak performa global.
"When you start spending that kind of money on a player, you have to be one of the best in the world in that position. I don't think he's one of the best in the world. He's got a very high ceiling because he's so young, but now, if Liverpool are spending that money, they have to be spending it on one of the best in the world," kata Jay Bothroyd, Pengamat Sky Sports.
Performa apik Diomande di turnamen internasional juga mendapat pujian dari Gary Neville saat bertugas sebagai komentator pertandingan Jerman melawan Pantai Gading untuk ITV Sport.
"Diomande on this left-hand side has been absolutely brilliant. Even when they double or triple up, it’s not enough to contain him. He’s too good," kata Gary Neville, Pengamat ITV Sport.
Mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, turut menyepakati pandangan Neville mengenai kualitas kepemimpinan dan kecepatan yang dimiliki sang pemain.
"He’s lived up to the hype. His pressing is brilliant; his taking on is brilliant; his pace is scary," ujar Ian Wright, Pengamat ITV Sport.
Selain perburuan Diomande, Liverpool dilaporkan memantau penyerang sayap Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, sementara Jurgen Klopp mengungkapkan sempat ingin membawa gelandang Bayern Munchen, Konrad Laimer, ke Anfield sebelum sang pemain pindah ke Bavaria pada 2023.
"Mengenai Laimer, saya bisa katakan: Jika di tim saya, dia akan bermain sebagai gelandang bertahan. Saya ingin membawanya ke Liverpool sebagai gelandang bertahan. Namun, dia justru bergabung dengan Bayern," kata Jurgen Klopp, Mantan Manajer Liverpool.
Di tengah rumor transfer, keluarga besar Liverpool juga memperingati satu tahun pernikahan mantan penyerang mereka, Diogo Jota, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol, pada 3 Juli tahun lalu bersama adiknya, Andre Silva.
Istri mendiang Jota, Rute Cardoso, mengunggah video pidato pernikahan emosional dari Jota melalui akun Instagram pribadinya pada hari Senin untuk mengenang momen sakral mereka.
"Where the future takes us, maybe there's someone here who knows better than I do," kata Diogo Jota, Mendiang Pemain Liverpool.
Dalam rekaman video tersebut, Jota menyatakan bahwa masa depan tidak menjadi masalah baginya selama ia bisa terus bersama sang istri.
"But the truth is, I don't know and it doesn't really matter to me as long as I'm with you. I love you forever, my ‘Branquinha’," ujar Diogo Jota, Mendiang Pemain Liverpool.
Sebagai bentuk penghormatan, tim nasional Portugal yang berlaga di Piala Dunia 2026 mengenakan gelang khusus bergambar nama seluruh anggota skuad beserta nama Diogo Jota, yang diserahkan langsung oleh Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro.
Gelandang timnas Portugal, Vitinha, menjelaskan mengenai keputusan tim menggunakan gelang tersebut sebelum laga pembuka melawan Republik Demokratik Kongo.
"Basically, the story of the wristband is, when we went to meet with the Prime Minister, he offered us this wristband," kata Vitinha, Gelandang Timnas Portugal.
Vitinha menambahkan bahwa gelang tersebut dirancang khusus agar dapat digunakan secara aman oleh para pemain di dalam lapangan pertandingan.
"They made sure that it was a wristband that we could wear on the pitch," ujar Vitinha, Gelandang Timnas Portugal.
Pihak otoritas turnamen dan perdana menteri juga memastikan seluruh spesifikasi gelang telah disesuaikan agar memuat nama Jota.
"It has all the specifics for us to be able to enter the pitch with it, with the name of all the players plus the special name of Diogo Jota," kata Vitinha, Gelandang Timnas Portugal.
Para pemain diberikan kebebasan penuh untuk memilih waktu penggunaan aksesori peringatan tersebut selama turnamen berlangsung.
"He let us choose if we wanted to use it or not, how (we use it), during the day or during the match. We received it with a lot of affection and we chose to use it," ujar Vitinha, Gelandang Timnas Portugal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow