Lonjakan Pusat Data AI Kerek Pendapatan Global CBRE Group
Lonjakan pembangunan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI) di seluruh negeri berhasil mendorong kenaikan pendapatan kuartalan CBRE Group, Inc. sebesar 18,1 persen secara tahunan menjadi 10,53 miliar dolar AS pada Mei 2026.
Dilansir dari Media Kompeten, pencapaian finansial tersebut memicu aksi beli oleh sejumlah investor institusi besar seiring dengan maraknya ekspansi properti logistik perusahaan.
Berdasarkan data MarketBeat, institusi kini menguasai 98,41 persen saham perusahaan setelah ABN Amro Investment Solutions meningkatkan kepemilikannya sebesar 43,4 persen dengan menambah 10.013 saham, sementara North Dakota State Investment Board membeli 10.201 saham senilai 1,64 juta dolar AS.
Di sisi lain, dokumen Securities and Exchange Commission (SEC) mencatat aktivitas penjualan internal dalam 90 hari terakhir sebesar 12.167 saham, di mana Chief Financial Officer (CFO) Emma E. Giamartino melepas 9.223 saham pada 26 Februari dan 2.250 saham pada 15 Mei lewat rencana Rule 10b5-1, serta Chad J. Doellinger menjual 471 saham pada Rabu, 11 Maret, yang menyisakan kepemilikan internal sebesar 0,46 persen.
Di tengah dinamika pasar modal tersebut, tim perantara CBRE yang terdiri dari Chance Lindsey, Kyle Ferderer, dan Levi Gross sukses merampungkan transaksi sewa jangka panjang ruang industri seluas 150.000 kaki persegi di Gedung 4 Dakota Commerce Center, Fargo, North Dakota.
Fasilitas industri kelas A yang selesai dibangun pada kuartal pertama tahun 2026 ini memosisikan Horwitz, LLC sebagai penyewa tunggal dengan akses langsung ke Interstate 29 dan Bandara Internasional Hector.
"CBRE was able to procure another full-building, single-tenant user within six months of building completion, fully stabilizing the Dakota Commerce Center park," kata Chance Lindsey, Perwakilan CBRE.
Keberhasilan transaksi logistik ini berjalan beriringan dengan capaian laba per saham atau Earnings Per Share (EPS) global perusahaan yang menyentuh 1,61 dolar AS, melampaui estimasi awal para analis sebesar 1,13 dolar AS sebagaimana dilansir dari PDI Perjuangan Bali via pojokpapua.id.
"Seluruh bisnis ini berkembang cukup cepat," kata Bob Sulentic, CEO CBRE.
Pertumbuhan yang masif ini diakui oleh manajemen didominasi oleh perebutan lahan dan sumber daya oleh perusahaan teknologi besar.
"Seiring waktu, pusat data akan berada di tempat-tempat yang lebih baik dari tempat lainnya. Kita harus mencari sumber air dan listrik yang bekerja lebih optimal seiring industri ini berevolusi." ujar Bob Sulentic, CEO CBRE.
Terkait kritik publik mengenai dampak pembangunan fasilitas komputasi masif ini di beberapa wilayah, manajemen menilai bahwa isu tersebut kadang kala dibesar-besarkan secara politik.
"Ada perasaan bahwa perusahaan-perusahaan itu nggak peduli sama manusia," kata Bob Sulentic, CEO CBRE.
Pihaknya menyanggah anggapan negatif tersebut dan menegaskan komitmen para penyewa besar terhadap komunitas lokal.
"Mereka sama sekali nggak cuek. Saya berada di dalam perusahaan-perusahaan ini sebagai penyewa, dan mereka bekerja sangat, sangat keras untuk mencoba memecahkan masalah ini." kata Bob Sulentic, CEO CBRE.
Ekspansi ini diproyeksikan akan terus mendominasi portofolio bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
"Dan saya pikir bagian bisnis ini akan tumbuh lebih cepat dari bagian perusahaan lainnya untuk beberapa waktu." kata Bob Sulentic, CEO CBRE.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow