Luhut Binsar Pandjaitan Meminta Maaf kepada Investor di Singapura

Smallest Font
Largest Font

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf secara langsung kepada para investor global dan perusahaan pengelola aset di Singapura pada Kamis (21/5) akibat gejolak pasar serta tekanan ekonomi yang terjadi belakangan ini.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial pribadinya setelah melangsungkan pertemuan strategis di Singapura terkait risiko ekonomi domestik dan global.

"Saya minta maaf jika beberapa dari Anda mengalami dampak negatif karena situasi tersebut," kata Luhut dikutip dari unggahannya.

Langkah antisipasi kini tengah disusun pemerintah Indonesia demi meredam dampak rambatan dari ketidakpastian situasi ekonomi global terhadap kondisi domestik.

"Tapi saya juga ingatkan kepada Presiden (Prabowo), kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Fiskal dan budget negara kita akan diperbaiki pada akhir atau awal tahun berikutnya," ujarnya.

Pemerintah Indonesia saat ini memproyeksikan adanya potensi pembengkakan defisit anggaran apabila harga minyak mentah dunia meroket jauh di atas asumsi awal.

"Karena budget negara kita hanya US$70 dolar. Jadi, defisitnya sekitar Rp200 triliun," kata Luhut.

Simulasi khusus telah disiapkan oleh jajaran regulator untuk menghadapi skenario terburuk jika harga komoditas minyak menembus angka 100 dolar AS per barel.

"Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan ini? Sesuatu seperti itu. Jadi, kita cukup detail untuk melihat masalah ini," ujarnya.

Kendati demikian, indikator makroekonomi Indonesia dinilai masih menunjukkan performa yang solid dengan angka pertumbuhan mencapai 5,61 persen dan inflasi yang terjaga di level 2,4 persen.

"Ekonomi kita seharusnya masih sangat kuat dibanding beberapa negara lain, tidak mengingat kita memiliki beberapa masalah di sini dan di sana," kata dia.

Pernyataan maaf kembali ditegaskan oleh Ketua DEN kepada para pelaku pasar yang portofolio investasinya terdampak oleh fluktuasi pasar saat ini.

"Dan saya minta maaf juga, mungkin beberapa dari Anda memiliki dampak negatif karena situasi ini," tuturnya.

Sejumlah insentif finansial juga sedang digodok oleh pemerintah guna memastikan tren penguatan ekonomi nasional tidak kehilangan momentum di tengah ketidakpastian.

"Kita juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kita," ujarnya.

Peningkatan aspek transparansi di sektor keuangan domestik kini menjadi fokus melalui rencana implementasi teknologi mutakhir bersama otoritas terkait.

"Kita bertemu kemarin dengan OJK, dan saya mendorong OJK untuk menggunakan AI untuk membuat lebih jelas antara pasar kapital," kata Luhut.

Upaya digitalisasi sistem pengawasan pasar modal dan tata kelola pemerintahan tersebut diakui telah mengantongi dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto berbasis GovTech.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed