Luigi Mangione Mengaku Salah Atas Pembunuhan CEO UnitedHealthcare

Smallest Font
Largest Font

Terdakwa Luigi Mangione secara mengejutkan mengakui perbuatannya dan mengaku salah dalam persidangan federal di New York City pada Jumat atas tuduhan pengintaian yang berujung pada tewasnya CEO UnitedHealthcare Brian Thompson.

Pengakuan pria berusia 28 tahun tersebut berpotensi menggagalkan proses persidangan di tingkat negara bagian yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Tim kuasa hukum Mangione berencana mengajukan permohonan pembatalan dakwaan pembunuhan tingkat dua dan kepemilikan senjata berdasarkan aturan perlindungan bahaya ganda atau double jeopardy.

Dalam ruang sidang, Mangione secara langsung memaparkan kronologi tindakan penembakan yang dilakukannya di luar hotel kawasan Midtown Manhattan pada 4 Desember 2024 lalu.

"Pada pagi hari tanggal 4 Desember 2024, saya menembak Tn. Thompson di Manhattan dan dia meninggal," kata Mangione saat duduk di ruang sidang federal dengan didampingi tim pengacaranya.

Ia mengungkapkan bahwa aksi perencanaan penembakan tersebut didasari kekecewaan mendalam terhadap sistem asuransi kesehatan setelah mengalami cedera patah tulang belakang yang parah selama bertahun-tahun.

"Setelah bertahun-tahun menahan sakit parah akibat patah tulang belakang, menghadapi hambatan sistem asuransi kesehatan dan menyaksikan pengalaman serupa yang dialami orang lain yang tak terhitung jumlahnya, saya mengetahui bahwa UnitedHealthcare akan mengadakan konferensi investor tahunannya di New York City pada 4 Desember 2024," kata Mangione.

Guna menjalankan aksinya, Mangione merakit bagian senjata api menggunakan pencetak 3D yang dilengkapi peredam suara serta magazin sebelum berangkat menuju New York City pada November 2024.

"Saya kemudian mengirim email ke pimpinan UnitedHealthcare, menyamar sebagai investor di sebuah perusahaan yang mengelola aset lebih dari $50 miliar dan meminta informasi tentang konferensi tersebut," kata Mangione.

Pengakuan tersebut disampaikan Mangione secara tenang di hadapan Hakim Distrik AS Margaret Garnett serta keluarga korban yang hadir di ruang sidang.

"Tidak seperti interaksi saya sebelumnya dengan pihak asuransi, saya menerima tanggapan langsung dalam waktu satu jam," kata Mangione.

Mangione juga mengakui secara sadar dampak dari tindakan penembakan yang dilakukannya terhadap eksekutif berusia 50 tahun tersebut.

"Ketika saya melakukannya, saya memahami bahwa tindakan saya akan membuatnya takut akan kematian atau cedera tubuh yang serius. Saya tahu apa yang saya lakukan itu ilegal," kata Mangione.

Mantan jaksa Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan Anthony Capozzolo menilai dakwaan di tingkat negara bagian kemungkinan besar akan dibatalkan karena baik hukum federal maupun negara bagian menghukum perbuatan pidana yang sama terhadap korban yang sama.

"Saya pikir lebih besar kemungkinannya kasus negara bagian dibatalkan dengan adanya pengakuan bersalah di tingkat federal," kata Anthony Capozzolo.

Capozzolo menambahkan bahwa elemen pelanggaran pada kedua tingkatan hukum tidak cukup berbeda untuk melanjutkan penuntutan oleh Pemerintah Bagian New York.

"karena kemungkinan besar kedua pelanggaran tersebut akan menghukum seseorang atas pembunuhan korban yang sama dan elemen dari kasus federal dan negara bagian menghukum kerugian atau kejahatan yang sama," kata Anthony Capozzolo.

Atas dasar pertimbangan hukum tersebut, jaksa di tingkat negara bagian dinilai tidak memiliki celah hukum yang cukup kuat untuk melanjutkan proses persidangan.

"Oleh karena itu, pelanggaran tersebut tidak akan dianggap cukup berbeda untuk memungkinkan New York melanjutkan penuntutan kasus tersebut," kata Anthony Capozzolo.

Hakim Margaret Garnett menetapkan jadwal pembacaan vonis hukuman untuk Mangione pada 18 Desember mendatang. Berdasarkan pedoman pemidanaan federal, jaksa mengajukan ancaman hukuman sekitar 24 hingga 30 tahun penjara, meski hukuman maksimal yang dihadapi terdakwa dapat mencapai penjara seumur hidup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed