Pengadilan Hong Kong Vonis Tiga Aktivis Tiananmen Tujuh Tahun Penjara

Smallest Font
Largest Font

Pengadilan Hong Kong menjatuhkan hukuman penjara hingga tujuh tahun tiga bulan kepada tiga mantan pemimpin Aliansi Hong Kong atas dakwaan menghasut subversi kekuasaan negara pada Jumat, 11 September 2026. Majelis hakim Pengadilan Pengawas West Kowloon memutuskan Chow Hang-tung dipenjara selama tujuh tahun tiga bulan, Lee Cheuk-yan selama tujuh tahun, dan Albert Ho selama lima tahun dua bulan, serta mengenakan denda sebesar 1,5 juta dolar Hong Kong kepada organisasi Aliansi Hong Kong. Putusan tersebut berkaitan dengan peran mereka dalam mengorganisir aksi doa bersama tahunan untuk mengenang peristiwa pembantaian Lapangan Tiananmen 1989 di Beijing, yang dinilai melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan sejak tahun 2020.

Pengadilan menyatakan para terdakwa menyebarkan pesan subversif dan menghasut masyarakat untuk meruntuhkan kekuasaan Partai Komunis China melalui slogan penghentian kediktatoran satu partai.

Mantan sekretaris wakil Aliansi Hong Kong Chow Hang-tung menegaskan komitmennya terhadap prinsip demokrasi melalui pernyataan resmi sebelum pembacaan vonis. "Jika melakukan hal ini membuat saya menjadi penjahat seumur hidup – jika hukum benar-benar tidak dapat mengakomodasi keyakinan kami – maka saya lebih memilih menjadi penjahat daripada orang yang mengkhianati hati nuraninya," kata Chow Hang-tung, mantan wakil ketua Aliansi Hong Kong.

Ia juga sempat menyampaikan pandangannya mengenai penerapan undang-undang keamanan nasional saat menjalani proses persidangan di pengadilan pada bulan Mei. "Hukum itu sendiri yang sedang diadili," kata Chow Hang-tung, mantan wakil ketua Aliansi Hong Kong.

Sementara itu, pejabat pemerintah setempat menegaskan penegakan hukum dilakukan demi menjaga stabilitas dan keamanan nasional wilayah tersebut. "Hukum tidak pernah mengizinkan siapa pun untuk secara terbuka merugikan negara dan مواطنnya sendiri dengan menggunakan taktik membingungkan dengan dalih hak asasi manusia, demokrasi, dan kebebasan," kata John Lee, Pemimpin Hong Kong. Di sisi lain, pejabat pemerintah daerah menegaskan dukungan terhadap forum diskusi internasional mengenai pengembangan industri kreatif dan mode berkelanjutan yang digelar pada lokasi berbeda di kota tersebut.

"Sejak edisi pertamanya pada tahun 2017, Fashion Summit (HK) terus menerima dukungan kuat dari Badan Pengembangan Industri Budaya dan Kreatif (CCIDA) di bawah Biro Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Sangat membesarkan hati melihat bagaimana konferensi ini terus berkembang pesat dari tahun ke tahun, tidak hanya meluas dalam skala tetapi juga dalam pengaruh dan kedudukan internasional," kata Raistlin Lau, Wakil Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata HKSAR.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi dalam industri kreatif harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan. "Teknologi tidak hanya harus mendorong pertumbuhan bisnis tetapi juga membantu industri bergerak maju dengan keberlanjutan yang lebih besar. Pada saat yang sama, komponen paling krusial di jantung mode tetaplah sangat manusiawi, yaitu kreativitas, keahlian, dan penceritaan," kata Raistlin Lau, Wakil Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata HKSAR. Ketua Penyelenggara CITA Roger Chan turut menyampaikan pandangannya mengenai pemanfaatan teknologi artificial intelligence dalam sektor industri mode masa kini.

"Kata 'Code' tidak hanya mewakili teknologi digital tetapi juga bahasa desain baru, pola pikir operasional yang segar, dan komitmen terbarukan untuk mentransformasi industri mode menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan bermakna," kata Roger Chan, Ketua Clothing Industry Training Authority (CITA).

Ia mengingatkan agar para pelaku industri tidak berfokus pada kecepatan semata melainkan pada pengurangan dampak lingkungan. "Sebagai sebuah industri, kita tidak boleh menggunakan teknologi hanya untuk kecepatan dan kenyamanan; kita harus memanfaatkannya untuk mengurangi limbah, meminimalkan dampak lingkungan, memperkaya nilai produk, dan menginspirasi model konsumsi yang lebih bijak," kata Roger Chan, Ketua Clothing Industry Training Authority (CITA).

Dalam kesempatan pembukaan acara puncak mode tersebut, perwakilan dewan legislatif menekankan posisi strategis wilayahnya di tingkat global. "Hong Kong, dengan jaringan internasional China yang unik, ekosistem yang terjalin baik, dan warisan manufaktur yang kuat, siap sepenuhnya untuk menjadi pusat mode dan kreatif global," kata Sunny Tan, Anggota Dewan Legislatif HKSAR dan Ketua Komite Pengarah Fashion Summit (HK) 2026.

Istri dari terdakwa Lee Cheuk-yan menyatakan kekecewaannya atas putusan hukuman penahanan yang dijatuhkan majelis hakim terhadap suaminya. "Saya tidak dapat membayangkan bahwa dia harus menghabiskan tiga tahun lagi di penjara, ini benar-benar tidak dapat diterima," kata Elizabeth Tang, Istri Lee Cheuk-yan. Ia mengonfirmasi bahwa pihak keluarga dan tim kuasa hukum berencana mengajukan banding atas vonis penjaranya.

"Setiap kali Aliansi mengadakan kegiatan, mereka selalu mendapatkan izin polisi untuk setiap kegiatan tersebut. Doa bersama itulah yang membuat Hong Kong berbeda. Ini sangat tidak adil. Kesunyian total sungguh sangat menakutkan," kata Elizabeth Tang, Istri Lee Cheuk-yan.

Ibunda dari Chow Hang-tung meminta para pendukung di luar gedung pengadilan untuk tetap tabah menghadapi putusan majelis hakim. "Jangan berkecil hati. Dan yang terpenting, jangan merasa bersalah," kata Medina Chow, Ibunda Chow Hang-tung. Sebelum penangkapannya pada tahun 2022, Chow sempat menegaskan kesiapannya menerima konsekuensi atas tindakan aktivismenya.

"Siap untuk ditangkap dan bersedia membayar harga demi memperjuangkan demokrasi," kata Chow Hang-tung, mantan wakil ketua Aliansi Hong Kong.

Perwakilan organisasi hak asasi manusia internasional menilai hukuman penjara tersebut melukai ruang kebebasan sipil dan sejarah. "Penumbalan hukuman ini adalah tragedi tiga kali lipat: bagi para aktivis yang dihukum secara tidak adil; para penyintas dan korban dari penindasan Tiananmen itu sendiri; dan generasi warga Hong Kong yang dirampas ruangnya untuk mendiskusikan salah satu peristiwa paling berdampak dalam sejarah modern China," kata Sarah Brooks, Wakil Direktur Regional Amnesty International.

Lembaga pengawas hak asasi manusia Human Rights Watch turut memberikan penegasan atas tindakan keras otoritas terhadap penyelenggara peringatan tersebut. "Hukuman keras terhadap penyelenggara doa bersama Tiananmen yang damai membongkar kekejaman dan ketidakamanan pemerintah yang takut akan ingatan dan rakyatnya," kata Human Rights Watch, Organisasi Hak Asasi Manusia.

Pakar hukum dari wilayah setempat menyampaikan pandangan akademis mengenai batasan hukum antara kebebasan berpendapat dan tindakan penghasutan. "Perlindungan paling ketat atas kebebasan berbicara tidak akan melindungi seseorang yang secara palsu berteriak 'kebakaran' di dalam teater dan menyebabkan kepanikan," kata Fu Kin-chi, Profesor Hukum dan Direktur Asosiasi Studi Hong Kong dan Makau. Kepolisian Hong Kong saat ini juga sedang melakukan penyelidikan terpisah terkait kasus dugaan pencurian uang hadiah lotre senilai 228 juta dolar Hong Kong yang melibatkan seorang pria berusia 36 tahun dengan 14 rekan kerjanya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed